Skor Tertinggi Belum Jamin Dilantik, Penentuan Kepala OPD Tetap di Tangan Bupati Banggai

oleh -114 Dilihat
oleh
Moh. Ramli Tongko. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama eselon II.b Kabupaten Banggai peraih skor tertinggi, sepertinya masih harap-harap cemas.

Meski ke 14 nama peraih nilai tertinggi pada seleksi JPT Pratama eselon II.b tersebut, namun belum memberi jaminan yang akan dilantik sebagai kepala organisasi perangkat daerah (OPD) definitif.

Ketua Panitia Seleksi, Moh. Ramli Tongko kepada Luwuk Times, usai shalat Jumat bertempat Masjid Baitul Ma’mun Halimun Luwuk Selatan, Jumat (01/05/2026) menjelaskan, setelah pengumuman nilai, panitia selanjutnya menyerahkan tiga nama terbaik pada setiap OPD kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Mereka akan memperoleh Persetujuan Teknis (Pertek). Sebelum akhirnya diserahkan kepada Bupati Banggai selaku pejabat pembina kepegawaian.

“Kita ajukan ke BKN tiga nama per OPD. Setelah itu kita menunggu Persetujuan Teknis BKN. Setelah itu disodorkan lagi ke Bupati untuk proses pelantikan,” ujar Ramli yang juga Sekda Banggai ini.

Bupati Banggai Sebagai User

Ia menegaskan, peserta dengan skor tertinggi tetap memiliki peluang terbesar. Namun keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan Bupati Banggai, H. Amirudin, sebagai user atau pihak yang akan menggunakan pejabat tersebut dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Point tertinggi belum bisa memberi garansi yang akan dilantik. Bisa jadi, tergantung pilihan pak Bupati,” katanya.

Menurut Ramli, hasil perangkingan hanya menjadi gambaran kapasitas peserta berdasarkan hasil seleksi panitia.

“Itulah gambaran mereka punya ranking. Tinggal tergantung pak Bupati bebas. Tidak ketergantungan angka-angka itu,” jelasnya.

Ia menerangkan, dalam penentuan pejabat pimpinan tinggi pratama tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, manajerial, dan sosiokultural yang telah teruji selama proses seleksi. Akan tetapi juga faktor kepercayaan pimpinan.

“Jabatan ini selain kemampuan teknis, managerial, sosiokultural yang sudah kita ujikan itu, ada juga unsur kepercayaan pimpinan atau trust. Subjektifnya itu, karena beliau yang akan menggunakan sebagai user,” terang Ramli.

Meski demikian, ia menegaskan bukan berarti kandidat lain tidak memiliki kapasitas ataupun kepercayaan. Namun kepala daerah tentu memiliki pertimbangan tersendiri dalam menentukan figur yang paling cocok menduduki jabatan strategis tersebut.

“Bukan berarti yang lainnya tidak dipercaya, tapi beliau (Bupati Amirudin) mungkin masih lebih yakin memilih ini,” tambahnya.

Terkait jadwal pelantikan, Panitia Seleksi menargetkan seluruh proses administrasi pada BKN rampung pada pekan kedua Mei 2026.

“Kami berupaya pekan kedua Mei selesai proses dari BKN. Selanjutnya tinggal pak Bupati,” tutupnya. *

Sofyan Labolo

No More Posts Available.

No more pages to load.