Close

Cuaca Panas Ekstrem Picu Rentetan Karhutla, Kepala BPBD Banggai Sebut Empat Kejadian dalam Sepekan

SofyanSofyan90 dilihat
Empat kejadian karhutla yang melanda Kabupaten Banggai hanya dalam kurun waktu satu minggu terakhir.
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai – Musim kemarau dengan suhu panas yang cukup tinggi, wilayah Kabupaten Banggai dikepung oleh ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai, Moh. Rifai Mahiwa, mengungkapkan bahwa pihaknya mencatat ada empat kejadian karhutla yang melanda daerah ini hanya dalam kurun waktu satu minggu terakhir.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh serangkaian Laporan Kaji Cepat dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai yang merinci sejumlah peristiwa kebakaran hutan di beberapa titik.

Pertama, kebakaran lahan di desa Poh Kecamatan Pagimana pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Peristiwa pertama terjadi pada Rabu pagi pukul 08:30 WITA di Jalan Poros Turunan Lipatan 4, Desa Poh, Kecamatan Pagimana.

Berdasarkan laporan warga setempat, api menghanguskan lahan kebun milik warga seluas kurang lebih 3 hektar.

TRC BPBD Banggai yang tiba di lokasi langsung bergerak cepat melakukan asesmen dan pemadaman.

Beruntung, situasi berhasil dikendalikan dan kembali kondusif dengan korban jiwa nihil.

Kedua, Karhutla sulit dijangkau di Desa Salodik Kecamatan Luwuk Utara pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Sehari berselang atau pada Kamis (29/10/2026) pukul 11.30 WITA lanjut Rifai, karhutla kembali terjadi di Desa Salodik, Kecamatan Luwuk Utara.

Tingginya suhu panas akibat musim kemarau memicu munculnya empat titik api yang menghasilkan kepulan asap tebal dan membakar area hutan seluas sekitar 0,5 hektar.

Petugas TRC menerjunkan mobil tangki dan sprayer elektrik ke lokasi. Namun, proses pemadaman terkendala medan yang sangat berat.

“Beberapa titik api sudah berhasil dipadamkan, tetapi masih ada tiga titik api yang belum padam karena sulitnya akses tebing yang curam sehingga sulit dijangkau petugas,” ucap Kepala BPBD Banggai.

Ketiga, kebakaran susulan di Desa Poh Kecamatan Pagimana pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Belum tuntas penanganan di Salodik, ancaman karhutla kembali terulang di Desa Poh, Kecamatan Pagimana pada Jumat (30/10/2026) pukul 11:00 WITA. Kebakaran ini melahap kawasan hutan seluas kurang lebih 1 hektar.

Meskipun sebagian titik api berhasil dijinakkan menggunakan armada mobil tangki dan peralatan semprot, petugas kembali dihadapkan pada kendala medan curam yang tidak dapat dijangkau.

Melihat eskalasi kejadian yang meningkat pesat, TRC BPBD Kabupaten Banggai menegaskan adanya sejumlah kebutuhan mendesak di lapangan, di antaranya, tambahan peralatan pemadaman api lengkap (mobil tangki dan nosel) dan pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) khusus penanganan karhutla.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan tinggi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah cuaca panas ekstrem ini,” tutup Moh. Rifai. *

Reporter Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1