
Reporter Hasbi Latuba
Luwuk Times — Meski baru sebatas wacana, namun niat baik pemerintah daerah (Pemda) Banggai menyiapkan terminal petikemas, mendapat apresiasi otoritas pelabuhan Luwuk.
“Upaya itu kami dukung dan sudah lama. Jika depo petikemas itu ada, maka penataan bongkar muat kontener akan lebih baik,” kata petugas Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas II Luwuk, Masno Salim, Jumat (28/10/22).
Kondisi pelabuhan Luwuk kata Masno kerab kesulitan mengatur lalulintas kontener. Terlebih lokasi penumpukan kontener pelabuhan terbatas.
“Selain melayani penumpang, arus barang ikut kami layani. Sementara lokasi kontener kami kecil,” tandasnya.
Beda halnya jika depo kontener itu ada tempat khususnya. Selain fungsinya untuk kegiatan bongkar muat, fumigasi (penyimpanan barang barang khusus) dan penumpukan kontener akan tertata rapi.
Termasuk pada lokasi depo itu, bisa melakukan aktivitas pembersihan kontener sekaligus perawatannya. Dan bahkan penyimpanan barang bisa berlangsung lama.
“Lokasi kontener yang ada dalam pelabuhan Luwuk, bukanlah depo. Ini sebatas lokasi penumpukan yang bersifat sementara. Jadi sudah bagus jika ada pihak pihak yang menyiapkan depo baru,” ucapnya.
Selama ini kewenangan penyiapkan kontener ada pada perusahaan pelayaran. Makanya ada tempat kontener luar pelabuhan.
Namun itu belum cukup karena lokasi terbatas. Bahkan tambahnya, jika depo kontener itu ada, intensitas bongkar muat kontener semakin tinggi.
Mengingat kapal tol laut juga ikut menyiapkan kontenernya. Saat ini saja kapal tol laut setiap menurunkan kontener harus ditunggu. Setelah barang selesai baru diangkut kembali ke kapal.
“Karena memang mereka tidak punya stok kontener pada pelabuhan karena tidak ada lokasi penyimpanan,” tuturnya.*
Dapatkan informasi lainnya di googlenews, KLIK: Luwuk Times
Discussion about this post