Close

Dapil IV Banggai Terlalu Gemuk, Dewan Adat Desak Pembentukan Dapil V untuk Nambo hingga Batui Selatan

SofyanSofyan30 dilihat
Ketua Dewan Adat Kabupaten Banggai yang juga menjabat sebagai Ketua Potoutusan Saluan, Syaifudin Muid.
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Luwuk — Wacana penambahan Daerah Pemilihan (Dapil) di Kabupaten Banggai terus saja mendapat sorotan luas dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan kuat datang langsung dari Ketua Dewan Adat Kabupaten Banggai yang juga menjabat sebagai Ketua Potoutusan Saluan, Syaifudin Muid.

Ia menyambut baik wacana pemekaran dapil ini dan mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), hingga para anggota DPRD Kabupaten Banggai untuk memberikan dukungan penuh terhadap lahirnya Dapil V.

Menurut Syaifudin, pembentukan Dapil V merupakan wujud nyata penguatan partisipasi demokrasi, khususnya di wilayah yang didominasi oleh masyarakat adat Saluan.

“Perjuangan ini sebenarnya sudah pernah ditindaklanjuti oleh KPU periode sebelumnya, namun sayangnya terhenti di tingkat pusat. Dulu, saat saya masih menjabat sebagai Kepala Kesbangpol, saya turut serta memberikan dukungan penuh agar Dapil V ini bisa terwujud,” ungkap Syaifudin, Selasa (27/10/2026).

Lebih lanjut, ia membeberkan urgensi di balik pembentukan dapil baru tersebut. Saat ini, Dapil IV dinilai terlalu “gemuk” dengan memperebutkan hingga 12 kursi legislatif. Angka tersebut dinilai kurang ideal untuk efektivitas representasi politik.

Dengan adanya pemekaran menjadi Dapil V, aspirasi masyarakat lokal yang mendiami wilayah Kecamatan Nambo, Kintom, Batui, hingga Batui Selatan diharapkan bisa terserap dan terakomodasi secara lebih optimal.

“Dukungan dari kami selaku Potoutusan Saluan sangat besar. Mudah-mudahan ikhtiar ini bisa segera diwujudkan demi keadilan dan pemerataan pembangunan politik di Kabupaten Banggai,” ucapnya.

Terlebih lagi, hal ini sejalan dengan ketentuan pemilu bahwa penataan Dapil harus mempertimbangkan azas kohesivitas, yaitu pertimbangan sejarah, budaya, adat istiadat dan keberadaan kelompok masyarakat. *

Reporter Sofyan Labolo

Pasang Iklan Anda Disini_1