Jika persoalan klasik (anggaran) tidak segera diintervensi gubernur, bupati dan walikota, dapat dipastikan prestasi atlet Porprov Sulteng ke-X kualitasnya akan rendah.
Bahkan Porprov Sulteng bisa sepi karena pesertanya terbatas, tambah sumber tadi.
Target 10 Besar PON
Mengusung tagline “Sulteng Nambaso Temponamo Juara”. Sulteng yang besar sudah saatnya menjadi juara.
Dari tagline di atas, KONI Sulteng dibawah kepemimpinan Mohamad Fathur Razaq ingin menegaskan.
Saatnya, olahraga Sulteng berbenah dan meraih prestasi. Olahraga Sulteng tak boleh lagi jadi pelengkap dan dilihat sebelah mata.
Olahraga Sulteng harus makin dinamis. Prestasinya maju baik dilevel nasional bahkan internasional.

Kata pepatah, dimana ada niat, di situ ada jalan. Niat Fathur Razaq menjadikan olahraga Sulteng maju dan juara, telah dimulai.
Dengan kerja keras dan kebersamaan KONI Sulteng mula bergerak.
Dua agenda penting sudah di depan mata, pertama, pelaksanaan Porprov Sulteng ke-X November 2026 di Morowali.
Setelah itu, sukses prestasi Sulteng pada PON XXII tahun 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pintu masuk meraih prestasi di PON 2028 ada di Porprov. Jika pelaksanaan Porprov Sulteng ke-X sukses maka target “melambungkan” prestasi Sulteng di PON 2028 bisa terwujud.
Porprov di Morowali, November nanti akan jadi ajang kompetisi bagi atlet-atlet kabupaten.
Yang terbaik akan dipersiapkan jadi duta Sulteng di PON NTB-NTT 2028, kata ketum KONI Sulteng saat pelaksanaan launching maskot Porprov Sulteng, di gedung serba guna Morowali pada 12 Mei 2026.
Capaian prestasi atlet-atlet Sulteng di PON dari waktu ke waktu terus meningkat.
PON Papua tahun 2021 Sulteng bertengger diposisi 29. PON Aceh – Sumut tahun 2024 peringkat Sulteng naik ke urut 21.
Untuk PON ke-XXII tahun 2028 di NTB-NTT, target KONI Sulteng masuk 10 besar.
Target masuk 10 besar PON NTB-NTT tahun 2028 bukan pekerjaan mudah.
Masalah klasik (anggaran) masih jadi keluhan KONI kabupaten/kota. Utamanya untuk kebutuhan Porprov yang sudah di depan mata.
Problem KONI kabupaten/kota, ternyata dipahami Fathur dan pengurus KONI Sulteng.

