LUWUK TIMES — Desain Olahraga Daerah (DOD) Kabupaten Banggai menjadi role model atau teladan kabupaten dan kota se Indonesia.
Selain proses pembuatannya lebih cepat dibanding wilayah lain juga dari tujuh indikator sasaran dan target DOD Kabupaten Banggai tahun 2021-2045, lima telah terpenuhi.
“DOD Kabupaten Banggai menjadi role model kabupaten/kota se Indonesia. Dan itu diakui Sekretariat Deputi II Kementerian Pemuda dan Olahraga Bidang Prestasi,” kata Kepala Bidang Pembudayaan dan Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banggai, Gulbahar Ndilao, Kamis (13/11/2025).
Ia menjelaskan, saat ini DOD Kabupaten Banggai telah memiliki regulasi, yakni Peraturan Bupati (Perbup) nomor 27 tahun 2025 tentang DOD.
Untuk menindaklanjuti payung hukum itu sambung Bahar sapaan Gulbahar Ndilao, pihaknya masih menunggu terbitkanya tiga surat keputusan (SK) Bupati.
Masing-masing Bahar merincikan, SK untuk cabang olahraga unggulan, SK tim koordinasi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) Kabupaten Banggai serta SK tim pemantau dan evaluasi DOD.
Bahar kembali menjelaskan, dari tujuh indikator sasaran dan target DOD Kabupaten Banggai tahun 2021-2045, lima telah terpenuhi.
Yakni partisipasi aktif siswa tingkat SD, SMP, dan MTs sederajat se Kabupaten Banggai, pekan olahraga talenta muda tingkat kabupaten/kota dan kejuaraan tingkat kabupaten/kota usia remaja, junior dan senior.
Selanjutnya, pengembangan bakat talenta muda kabupaten/kota dan pembangunan atau renovasi prasarana olahraga untuk multievent.
“Untuk dua indikator lainnya masih dalam tahap perencanaan,” kata Bahar.
Cabor Unggulan
Sukses DOD Banggai sebagai percontohan bagi kabupaten dan kota se Indonesia, tidak lepas dari andil sejumlah pihak.
Tak hanya Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banggai sebagai leading sektornya. Akan tetapi ada buah dari tangan manis pihak lainnya sehingga DOD Banggai menjadi rujukan daerah se Indonesia.
Sekretaris KONI Kabupaten Banggai, Sugiarto Djanun mengatakan, kesuksesan ini berkat kerjasama beberapa pihak.
Mulai dari Dinas Pemuda dan Olahraga, BRIDA, Bagian Hukum Setdakab Banggai dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung yang juga laboratorium olahraga Indonesia, termasuk KONI Kabupaten Banggai.
“Mereka aktif mulai dari seminar awal hingga masuk pada pengusulan cabang olahraga unggulan,” kata Sugiarto.
Soal cabor unggulan yang menjadi kewenangan Bupati lewat SK yang akan ia terbitkan, Sugiarto belum dapat merincikan apa saja cabor tersebut.
Tapi yang pasti ada beberapa indikatornya. Antara lain berdasarkan prestasi dan pembinaan berkelanjutan.
Bahkan pada kesempatan itu, Sugiarto telah memberi gambaran tentang jumlah cabor unggulan.
“Estimasi kami, dari 30 cabor yang ada dalam KONI Banggai, 11 yang bersyarat menjadi cabor unggulan. Tapi semua kembali pada keputusan Bupati yang juga Ketum KONI Banggai,” kata Sugiarto. *













