LUWUK TIMES – Perjuangan anggota DPRD Banggai, Hari Sapto Adji, dalam mencari keadilan di Pengadilan Negeri (PN) Luwuk tidak berjalan sendiri. Selain punya kuasa hukum, ia juga mendapat dukungan moral kuat dari sesama kader Partai Gerindra.
Salah satu bentuk dukungan itu datang dari Hasrin Rahim. Ia pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra, yang secara terbuka menyatakan siap membela Hari Sapto yang baginya tengah dizalimi internal partai.
Kepada Luwuk Times, Minggu (12/04/2026), Hasrin menegaskan statusnya sebagai kader sah Gerindra dengan nomor KTA resmi yang ditandatangani langsung oleh Ketua Umum Prabowo Subianto dan Sekjen Ahmad Muzani.
“Saya kader Partai Gerindra yang sah. Dan saya merasa terpanggil untuk membela keadilan bagi Pak Hari Sapto,” tegas Hasrin sembari memperlihatkan KTA nya.
Ia menilai, langkah usulan pemecatan sekaligus Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap Hari Sapto terkesan dipaksakan. Bahkan tidak mengindahkan proses hukum yang masih berjalan pada PN Luwuk.
Menurutnya, berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3, proses PAW tidak dapat dilakukan selama perkara masih dalam tahap persidangan.
“Kalau masih berproses hukum, tidak ada alasan untuk memaksakan PAW. Ini jelas bertentangan dengan aturan,” ujarnya.
Hasrin juga menyoroti sikap Badan Kehormatan (BK) DPRD Banggai yang tidak melanjutkan laporan dugaan pelanggaran kode etik terhadap Hari Sapto, karena tidak memenuhi unsur.
Surat Keberatan ke Mahkamah Partai
Tak hanya itu, Hasrin mengaku telah melayangkan surat keberatan ke Mahkamah DPP Partai Gerindra. Namun hingga kini, belum ada tanggapan.
Dalam pernyataannya, Hasrin turut menyampaikan pesan kepada Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, serta Ketua DPC Gerindra Banggai, Sulianti Murad, agar tidak terburu-buru mengambil keputusan.
“Saya minta bersabar. Tunggu saja putusan inkrah dari PN Luwuk. Jangan memaksakan kehendak karena bisa jadi preseden buruk bagi partai,” pesannya.
Bahkan, sebagai bentuk solidaritas dan sikap tegas, Hasrin menyatakan siap mengambil langkah ekstrem jika PAW terhadap Hari Sapto tetap dipaksakan.
“Saya siap menanggalkan KTA Partai Gerindra jika itu terjadi,” tegasnya.
Akhir pernyataannya, Hasrin mengingatkan para pimpinan partai agar tidak memperlakukan partai seolah milik pribadi.
“Jangan jadikan partai seperti milik sendiri, lalu seenaknya memperlakukan kader,” sindir salah satu tokoh perjuangan pembentukan Provinsi Sultim ini. *
Reporter Sofyan Labolo

