LUWUK TIMES, Banggai – Sejarah baru resmi tercipta di lingkungan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Setelah menanti selama puluhan tahun, posisi Sekretaris DPRD (Sekwan) kini untuk pertama kalinya dijabat oleh seorang birokrat perempuan.
Dia adalah Herlita Tongko, yang sebelumnya menjabat Plt Sekwan Banggai, menggantikan Sudarso Abusama yang telah memasuki masa pensiun.
Keputusan yang diambil oleh Bupati ini mendapat respons positif dan apresiasi tinggi dari Ketua DPRD Banggai, H. Saripudin Tjatjo.
Anggota senior DPRD yang telah menjabat selama lima periode (25 tahun) ini mengungkapkan rasa syukurnya atas pelantikan definitif ini.
Menurutnya, langkah yang diambil oleh kepala daerah merupakan sebuah terobosan luar biasa yang membawa angin perubahan positif bagi dinamika kerja di parlemen.
“Saya sudah lima periode di sini (DPRD Banggai) atau sekitar 25 tahun, dan baru kali ini DPRD dipimpin oleh seorang Sekwan perempuan. Ini adalah perubahan yang sangat luar biasa,” ujarnya saat ditemui usai pelantikan, bertempat kantor Bupati Banggai, Kamis (16/07/2026).
Lolos Melalui Jalur Seleksi Terbuka
Pengangkatan Herlita Tongko sebagai Sekwan baru ini ditegaskan bukan atas dasar penunjukan sepihak. Melainkan hasil murni dari proses Seleksi Terbuka (Selter) yang berjalan transparan.
Pihak DPRD sendiri menyatakan telah memberikan persetujuan penuh demi kelancaran fungsi pelayanan teknis dan administratif di lembaga legislatif tersebut.
Sebagai unsur pelaksana teknis, kehadiran Herlita Tongko ini diharapkan mampu menjadi jembatan pelayanan dan komunikasi yang lebih humanis serta solid antara pihak eksekutif (pemerintah daerah) dan legislatif (DPRD).
Pakta Integritas 6 Bulan
Kendati mendapatkan sambutan hangat, DPRD tetap mengedepankan profesionalisme yang ketat. Sekwan yang baru dilantik ini dibekali dengan Pakta Integritas dengan masa evaluasi selama 6 bulan.
Jika dalam kurun waktu tersebut performa kerja dinilai kurang maksimal atau tidak membangun kerja sama yang baik dengan parlemen, pihak DPRD menegaskan tidak akan segan-segan mengusulkan evaluasi jabatan kembali kepada Bupati.
Tepis Isu Nepotisme
Menanggapi isu miring terkait adanya hubungan kekerabatan antara Sekwan dengan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Moh. Ramli Tongko, pihak DPRD langsung pasang badan dan menepis kekhawatiran publik.
Om Arif sapaannya menegaskan, faktor psikologis atau hubungan darah tidak boleh membatasi karier seseorang yang memang berkompeten.
Track record Sekwan baru ini dinilai sangat mumpuni. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Persidangan di DPR pada masa kepemimpinan Pak Erwin, sebelum akhirnya ditarik ke Badan Keuangan.
“Kami di DPRD ini adalah orang-orang politik. Jadi kami sangat membutuhkan figur eksekutif yang memiliki kompetensi kuat, rekam jejak yang bagus, dan pemahaman mendalam terkait pengelolaan keuangan,” kata politisi Partai Golkar Banggai ini.
“Tidak ada nepotisme di sini. Ini murni karena karier dan jabatannya yang bagus yang memang sudah selayaknya mengarah ke posisi tersebut,” pungkasnya menutup wawancara. *
Sofyan Labolo
