Digelar BPBD Banggai, 100 Peserta Ikut Pelatihan Keluarga Tangguh Bencana

oleh -914 Dilihat
oleh
Pemateri dari Pos SAR Luwuk saat memberikan materi pada pelatihan Keluarga Tangguh Bencana, bertempat Hotel Santika Luwuk, Senin 10 November 2025. (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai kembali memberi edukasi publik.

Kali ini giliran tim penggerak PKK Kabupaten Banggai yang mendapat ilmu dari OPD teknis tersebut.

Selama sehari penuh, Senin 10 November 2025, sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan Keluarga Tangguh Bencana (Tagana).

Kepala BPBD Kabupaten Banggai Fery Sujarman yang membuka kegiatan yang berlangsung di Hotel Santika Luwuk tersebut.

Dalam memberikan pencerahan kepada para peserta, BPBD Kabupaten Banggai melibatkan sejumlah instansi teknis sebagai narasumber.

Pemateri pertama adalah
Kepala Dinas P2KB P3KA Banggai Faisal Karim.

Selanjutnya Ramla Tongko yang mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Banggai. Judul materinya adalah Gagah Bencana.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga tak ketinggalan memberikan materi.

BNPB Direktorat Kesiapsiagaan via zoom memberikan materi terkait membangun ketangguhan dari keluarga.

Sementara Komandan Pos SAR Luwuk Liberatus Fangohoi menyampaikan materi tentang MFR dan water rescue.

Selain pemberian materi, para peserta juga mendapat kesempatan bertanya seputar antisipasi menghadapi bencana.

Salah satu pertanyaannya, bagaimana menghindari bencana gempa bagi warga yang tinggal tak jauh dari tower.

Pemateri dari Pos SAR Luwuk, Indra menjelaskan, teknis yang paling sederhana adalah bersembunyi dibawah meja.

“Itu paling sederhana. Saat gempa terjadi bersembunyi di bawah meja,” kata Indra.

Ia mencontohkan pada peristiwa gempa Kota Palu, beberapa tahun lalu.

“Korban Balaroa itu rata-rata yang sementara lari. Termasuk berada depan pintu,” katanya.

Bahkan yang lebih efektif lagi sambung narasumber, berada dibawah tiang besar atau sudut ruangan.

Termasuk sarannya, perlu ada titik kumpul di rumah saat gempa. *