LUWUK TIMES — Lebih dari tiga dekade mengabdi pada birokrasi Pemerintah Kabupaten Banggai, Fery Sujarman akhirnya bersiap menutup lembar panjang perjalanan kariernya.
Pada 1 Juni 2026, pria kelahiran Luwuk, 17 Mei 1966 itu resmi akan memasuki masa purnabakti setelah puluhan tahun mengabdikan diri diberbagai posisi strategis pemerintahan.
Menjelang akhir pengabdiannya, Fery saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai. Sebuah posisi yang menuntut ketangguhan dan pengalaman dalam menghadapi berbagai situasi darurat daerah.
Perjalanan karier Fery pada birokrasi Banggai terbilang panjang dan berliku. Ia memulai langkahnya pada tahun 1996 sebagai Kasubsi Pembinaan Masyarakat pada Kantor Sosial Politik Kabupaten Banggai hingga 1999.
Dedikasi dan konsistensinya membuat ia melanjutkan tugas sebagai Kepala Seksi Pembinaan Umum dan Pembinaan Masyarakat pada kantor yang sama hingga 2001.
Kariernya kemudian bergerak ke bidang hukum pemerintahan. Tahun 2001 hingga 2004, Fery menjabat sebagai Kasubag Perundang-Undangan pada Bagian Hukum Setda Banggai.
Ia lalu menjadi Kasubbid Hukum dan Perundang-Undangan di BKD Banggai (2004–2007) serta Kasubbid Formasi dan Pengembangan Pegawai (2007–2008).
Pengalaman dan kapasitasnya pada bidang regulasi membawa Fery ke posisi yang lebih strategis. Ia menjabat sebagai Kepala Bagian Hukum dan Perundang-Undangan Setda Banggai pada periode 2008–2012, kemudian Kabag Administrasi Sumber Daya Alam Setda Banggai (2012–2013).
Setelah itu, kiprahnya berlanjut pada Sekretariat DPRD Banggai. Ia pernah menduduki sejumlah posisi penting, mulai dari Kabag Persidangan dan Risalah (2013–2015), Kabag Legislasi (2015–2016), kembali sebagai Kabag Persidangan dan Risalah (2016–2018), hingga Kabag Umum dan Keuangan (2018–2022).
Puncak kariernya terjadi saat ia mendapat amanah sebagai Sekretaris DPRD Banggai pada periode 2022–2024. Dari posisi tersebut, Fery kemudian menjabat Kepala BPBD Kabupaten Banggai pada tahun 2024 hingga sekarang.
Perhatian Besar Pada Pendidikan
Di balik perjalanan birokrasi yang panjang, Fery juga sebagai sosok yang menaruh perhatian besar pada pendidikan.
Sejak kecil hingga SMA, ia menempuh pendidikan di Luwuk Kabupaten Banggai. Setelah itu, ia merantau ke Manado untuk melanjutkan studi hukum pada Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) pada 1991.
Tak berhenti di situ, ia kembali menempuh pendidikan Strata Satu (S1) pada FKIP Universitas Tompotika (Untika) Luwuk dengan jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada 2001.
Semangat belajarnya terus berlanjut hingga akhirnya ia meraih gelar magister (S2) dari Universitas Tadulako Palu pada tahun 2024.
Sepanjang kariernya, Fery juga aktif mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan kedinasan. Mulai dari pelatihan prajabatan, manajemen proyek, legal drafting, hingga Diklat Pimpinan (Diklat PIM) Tingkat III pada Kementerian Dalam Negeri.
Ia bahkan pernah mengikuti pendidikan calon Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dengan pola 300 jam pelajaran pada Badan Diklat Kemendagri.
Penghargaan Bergengsi dari Presiden
Atas dedikasinya sebagai aparatur negara, Fery menerima sejumlah penghargaan bergengsi dari Presiden Republik Indonesia.
Yakni Satya Lencana Karya Satya X Tahun pada 2008, Satya Lencana Karya Satya XX Tahun pada 2015, serta Satya Lencana Karya Satya XXX Tahun pada 2025.
Di luar dunia birokrasi, suami dari Asmi Sono, S.Pd ini juga aktif dalam berbagai organisasi. Sejak masa mahasiswa di Manado, ia telah terlibat dalam kegiatan kemahasiswaan. Termasuk menjadi Redaktur Majalah Inovasi Unsrat pada periode 1987–1991.
Ia juga pernah aktif pada Himpunan Mahasiswa Jurusan Hukum Internasional Unsrat. Fery sebagai Ketua Seksi Minat dan Bakat serta menjadi Sekretaris Kerukunan Keluarga Mahasiswa Banggai (KKMB) Manado.
Di daerahnya, Fery turut berkiprah dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Seperti KB FKPPI Kabupaten Banggai, AMPI, KNPI, hingga PINBUK Banggai sebagai sekretaris dalam pembentukan BMT/Koperasi Syariah.
Ia juga aktif dunia olahraga melalui INKAI Banggai sebagai sekretaris serta di ORARI Lokal Luwuk sebagai anggota Dewan Penasehat.
Kini, setelah lebih dari 30 tahun mengabdi, perjalanan panjang Fery Sujarman pada birokrasi Banggai akan segera mencapai garis akhir.
Namun jejak pengabdian, pengalaman, dan dedikasinya akan tetap menjadi bagian dari sejarah perjalanan pemerintahan Kabupaten Banggai. *
Reporter Sofyan Labolo

