Tanggap dan Tangguh, BPBD Banggai Terjunkan Tim TRC Padamkan Karhutla di Desa Tikupon

oleh -158 Dilihat
oleh
Foto Istimewa

LUWUK TIMES, Banggai – Musim kemarau yang melanda kerap membawa ancaman nyata bagi kelestarian lingkungan, salah satunya bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Menanggapi potensi ancaman tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai bergerak cepat dan sigap dalam merespons laporan titik api di wilayahnya.

Pada Jumat (31/7/2026), BPBD Kabupaten Banggai merespons cepat penanganan Karhutla yang melalap kawasan hutan di Desa Tikupon.

Sebelum diterjunkan ke titik lokasi, Tim Reaksi Cepat (TRC) menerima pengarahan langsung dari Plt. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banggai, Nurlaela Abdullah, S.H., M.E.

Dalam pengarahan, Nurlaela Abdullah didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Rahmat Asri, S.E.

Dalam pengarahannya, Nurlaela menekankan betapa krusialnya aspek keselamatan kerja dan soliditas tim di lapangan saat berhadapan dengan si jago merah.

“Keselamatan personel adalah prioritas utama. Selalu jaga koordinasi erat dengan seluruh unsur terkait di lapangan,” katanya.

“Pastikan setiap langkah penanganan dilakukan secara cepat, tepat, serta patuh pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,” tegas Nurlaela membakar semangat para personel.

Berbekal kesiapan fisik dan mental, Personel TRC BPBD Kabupaten Banggai langsung meluncur ke Desa Tikupon.

Tiba di lokasi, tim tak membuang waktu dan segera mengeksekusi serangkaian taktik penanganan Karhutla secara terukur.

Yakni memadamkan sumber api utama untuk menghentikan laju kebakaran secara langsung.

Melakukan pendinginan area atau soaking, dengan menyiram sisa-sisa bara api dan material yang terbakar agar api tidak kembali menyala (rekondisi).

Selanjutnya pembuatan Sekat Bakar. Yakni dengan membuat pembatas fisik di sekeliling area terbakar.

Tujuannya untuk memutus jalur bahan bakar vegetasi dan mencegah api meluas ke kawasan hutan sekitar.

Langkah preventif dan kuratif yang terstruktur ini terbukti efektif meminimalkan dampak kerusakan lingkungan yang lebih luas di kawasan Tikupon.

Bersama Menjaga Bumi Banggai

Sebelum
Sesudah

Upaya keras jajaran BPBD Banggai di lapangan tentu membutuhkan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat.

Menanggapi fenomena cuaca kering saat ini, BPBD Kabupaten Banggai tak bosan-bosannya memberikan edukasi dan imbauan penting kepada publik.

Nurlaela Abdullah mengajak seluruh warga untuk tidak sekali-kali melakukan aktivitas pembakaran hutan maupun lahan dengan alasan apa pun. Termasuk membuka lahan pertanian.

Kelalaian kecil dapat memicu bencana besar yang merugikan kesehatan, ekonomi, serta ekosistem daerah.

“Mari kita bersama-sama meningkatkan kewaspadaan di musim kemarau. Dan menjaga kelestarian alam Banggai demi masa depan generasi penerus. Tangguh bencana dimulai dari kepedulian kita bersama,” pesan Nurlaela Abdullah. *

Sofyan Labolo