LUWUK TIMES— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai kembali menunjukan respons cepatnya. Bencana tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Bungin Timur, Kecamatan Luwuk, Senin (30/3/2026), adalah bukti kesigapan OPD yang kini dinahkodai Fery Sujarman tersebut.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Luwuk sejak siang hari sekitar pukul 13.00 WITA memicu longsor pada pukul 14.00 WITA.
Material tanah sepanjang kurang lebih 20 meter ambruk. Bahkan menghantam permukiman warga.
Akibatnya tiga rumah terdampak, dua antaranya mengalami kerusakan ringan dan satu rusak sedang. Selain itu, tiga unit sepeda motor turut tertimbun material longsor.
Meski demikian, tidak terdapat korban jiwa maupun pengungsi dalam peristiwa ini. Data mencatat sebanyak 9 kepala keluarga atau 28 jiwa terdampak, termasuk empat balita.
Kepala Bidang Logistik dan Peralatan BPBD Banggai, Dedi Asri, kepada Luwuk Times Senin (30/03/2026) menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan. Baik dari masyarakat maupun pantauan media sosial.
“Alhamdulillah, sesuai slogan kami respon cepat. Kami selalu berusaha menanggapi setiap laporan yang masuk. Informasi dari berbagai sumber. Termasuk media sosial, sangat membantu kami untuk segera bertindak,” ujarnya.
Asesmen Lokasi
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banggai segera melakukan koordinasi dengan aparat kelurahan setempat. Dan berlanjut dengan asesmen pada lokasi kejadian.
Tanpa menunggu lama, tim langsung turun tangan membantu warga membersihkan sisa-sisa material longsoran yang masih menumpuk di sekitar rumah terdampak.

Kehadiran petugas BPBD pada situasi darurat ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan pelayanan cepat kepada masyarakat yang tertimpa musibah.
“Saat ini, kondisi lokasi bencana telah kondusif. Namun demikian, masyarakat tetap mendapat imbauan agar waspada. Mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi,” kata pria yang akrab dengan sapaan Dedi King ini.
BPBD Banggai juga mengidentifikasi kebutuhan mendesak. Berupa pembangunan perkuatan tebing sepanjang kurang lebih 20 meter guna mencegah terjadinya longsor susulan.
Sinergi antara BPBD, pemerintah kelurahan, dan masyarakat setempat menjadi kunci dalam penanganan cepat bencana ini.
Sekaligus pertegas Dedi, memperlihatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana alam daerah ini. *
Reporter Sofyan Labolo



