Dilepas Camat Pagimana Wahyudin Sangkota: Langkah Pagi Penuh Makna, Warga Jalan Santai Sambil Pungut Sampah

oleh -229 Dilihat
oleh
Jalan Santai sambil memungut sampah di Pagimana
Camat Pagimana Wahyudin Sangkota melepas peserta jalan santai sambil memungut sampah Kamis (12/02/2026). (Foto Anto Yasin Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Pagi di Pagimana, Kamis (12/02/2026), terasa berbeda. Udara masih segar ketika ratusan warga mulai berkumpul depan kediaman keluarga Wakil Bupati Banggai Desa Tongkonunuk.

Tepat pukul 07.00 WITA, langkah-langkah kecil penuh semangat dilepas langsung oleh Camat Pagimana, Wahyudin Sangkota.

Ini bukan sekadar jalan santai. Di tangan para peserta, bukan hanya botol minum yang dibawa, tetapi juga kantong-kantong sampah.

Sepanjang rute, peserta berjalan sambil memungut sampah yang ditemui di pinggir jalan. Sebuah pemandangan sederhana, tetapi sarat pesan.

Baca Juga:  Peringati Harbubnas 2025, UPP Pagimana Gelar Berbagai Lomba, Peserta Banjir Door Prize

Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kecamatan Pagimana ke-65 yang dirangkaikan dengan Hari Patriotik 12 Februari ke-84.

Semangat peringatan terasa menyatu dengan aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.

ASN, pelajar SMP dan SMA, aparat desa, BPD, mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Luwuk, hingga masyarakat umum tumpah ruah mengikuti kegiatan tersebut.

Hadir pula anggota DPRD Banggai, Herdiyanto Djiada, yang turut berjalan bersama warga.

Camat Pagimana, Wahyudin Sangkota, menyebut kegiatan ini bukan hanya bagian dari seremoni peringatan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Baca Juga:  Pemekaran Kecamatan Kabetean, Mengemuka pada Reses Lisa Sundari di Kecamatan Pagimana

“Momentum HUT Pagimana dan Hari Patriotik kami isi dengan kegiatan yang bermanfaat. Ini juga sejalan dengan program ‘Kamis Mombilisi’ yang kami canangkan, agar kesadaran menjaga kebersihan menjadi kebiasaan bersama,” ujarnya.

Di sepanjang perjalanan, canda tawa peserta terdengar, berpadu dengan aksi memungut sampah. Anak-anak sekolah terlihat antusias, sebagian berlomba mengisi kantong sampah mereka. Warga yang menyaksikan di tepi jalan pun ikut tersenyum.

Baca Juga:  Kecelakaan Tunggal di Kintom Banggai Renggut Nyawa, Polisi Menduga Korban Mabuk

Sebagai penambah semarak, panitia menyiapkan undian berhadiah. Beragam doorprize dibagikan, dengan satu hadiah utama yang paling dinanti sebuah kulkas.

Lebih dari sekadar hadiah, kegiatan pagi itu meninggalkan jejak kesadaran bahwa merayakan usia daerah tak melulu dengan panggung dan pidato, tetapi juga dengan langkah nyata merawat lingkungan.

Di usia ke-65, Pagimana merayakan bukan hanya sejarahnya, tetapi juga harapannya: lingkungan yang bersih dan masyarakat yang kian peduli. *

Reporter Anto Yasin