LUWUK TIMES – Di tengah padatnya tanggung jawab sebagai kepala daerah, Bupati Banggai H. Amirudin menorehkan capaian baru dalam perjalanan akademiknya.
Pada Kamis (12/02/2026), kepala daerah dua periode ini resmi menyandang gelar Magister Pertanian dari Universitas Tadulako (Untad) Palu.
Kabar tersebut Ia bagikan melalui akun resmi Aminudin Tamoreka. Beserta ungkapan syukur yang sederhana namun penuh makna.
“Alhamdulillahirabbilalamin, hari ini saya mengikuti wisuda Magister Pertanian Universitas Tadulako. Rasa syukur yang tak terhingga saya panjatkan atas segala ilmu, pengalaman, dan pembelajaran berharga yang telah saya peroleh selama masa studi,” tulis Amirudin.
Bagi Amirudin, gelar akademik bukan sekadar simbol pencapaian pribadi. Ia memaknainya sebagai bekal untuk memperkuat kontribusi nyata bagi daerah yang dipimpinnya.
“Semoga ilmu yang saya dapatkan ini tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi. Tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata, khususnya untuk kemajuan Kabupaten Banggai yang kita cintai,” lanjutnya.
Nada reflektif dalam pernyataan itu menegaskan keyakinannya bahwa pendidikan memegang peran penting dalam pembangunan daerah.
“Saya percaya, pendidikan adalah salah satu kunci utama dalam membangun daerah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya.
Pesan Untuk Generasi Muda
Lebih jauh, Amirudin menitipkan pesan kepada masyarakat Banggai, terutama generasi muda. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi pemantik semangat untuk terus menempuh pendidikan.
“Harapan saya, pencapaian ini juga dapat menjadi penyemangat bagi teman-teman dan seluruh masyarakat Kabupaten Banggai untuk terus berjuang menempuh pendidikan setinggi mungkin,” tulisnya.
Baginya, ilmu bukan hanya investasi pribadi, melainkan modal sosial untuk mendorong perubahan dan kemajuan bersama.
“Karena setiap ilmu yang kita pelajari bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk membawa perubahan dan kontribusi bagi daerah kita.”
Wisuda hari itu bukan sekadar seremoni akademik. Ia menjadi potret tentang semangat belajar yang tak mengenal batas jabatan, sekaligus pengingat bahwa di balik kepemimpinan, selalu ada ruang untuk bertumbuh.
“Semoga langkah ini menjadi awal dari kontribusi yang lebih besar di masa depan,” tutup Amirudin.
Sebuah pesan yang sederhana, namun sarat makna: bahwa pengabdian dan pendidikan dapat berjalan beriringan demi masa depan daerah. *
Editor Sofyan Labolo



