Catatan Bupati Banggai, H. Amirudin pada HUT Kabupaten Banggai ke-66

oleh -142 Dilihat
oleh
Bupati Amirudin

Tanggal 8 Juli 2026, Kabupaten Banggai genap berusia 66 tahun. Usia yang jauh dari kematangan


BAGI Bupati Banggai, H. Amirudin, hari jadi di tahun 2026 ini menjadi momentum untuk menoleh perjalanan, mengukur capaian, sekaligus meneguhkan arah pembangunan yang terus diupayakan bersama.

Dalam refleksinya pada Hari Ulang Tahun ke-66 Kabupaten Banggai, Amirudin menggambarkan daerah yang dipimpinnya sebagai tanah yang dibentuk oleh laut, dijaga oleh ingatan, dan bertumbuh karena orang-orang yang mencintainya.

“Di punggung teluk yang mempertemukan, Banggai dibentuk oleh laut, dijaga oleh ingatan, dan terus bergerak bersama-sama orang yang mencintainya,” ucap Amirudin lewat video berdurasi singkat.

Memasuki tahun pertama periode kedua kepemimpinannya, Amirudin mengakui perjalanan pembangunan tidak selalu berlangsung dalam situasi yang mudah.

Dinamika pemerintahan dan berbagai penyesuaian di sejumlah sektor menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Namun, di tengah keterbatasan tersebut, pembangunan tetap diupayakan hadir hingga ke desa-desa, kawasan pesisir, dan ruang-ruang tempat masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari.

Sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif.

Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Banggai tercatat mencapai 3,78 persen.

Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga berada pada level 6,23 persen, sementara Indeks Pembangunan Manusia meningkat menjadi 73,44.

Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah terus memperkuat konektivitas melalui peningkatan jalan sepanjang 1.233,84 kilometer.

Berbagai fasilitas publik juga terus dibangun dan diperbaiki, mulai dari sarana pendidikan, layanan kesehatan, hingga infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Pembangunan sumber daya manusia juga menjadi perhatian.

Sebanyak 5.964 siswa menerima manfaat dari program pendidikan yang dijalankan pemerintah daerah.

Di bidang kesehatan, sebanyak 127.510 masyarakat kini memperoleh akses layanan yang lebih baik.

Tak hanya itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat dukungan bagi pelaku usaha, sektor pertanian, perikanan, perkebunan, hingga ekonomi kreatif.

Menurut Amirudin, kekuatan ekonomi daerah sesungguhnya lahir dari kerja keras masyarakat yang setiap hari mengolah sawah, melaut, berkebun, maupun membangun usaha kecil demi menghidupi keluarga.

“Sebab di setiap hasil panen, tangkapan laut, dan usaha yang tumbuh pada keluarga yang berharap, ada kehidupan yang terus berjalan. Dari sanalah Banggai bertumbuh. Dari kerja yang dilakukan setiap hari oleh masyarakat sendiri,” tuturnya.

Baginya, pembangunan bukan semata tentang siapa yang sedang memimpin. Kepemimpinan memiliki batas waktu, tetapi hasil pembangunan akan tetap menjadi milik masyarakat.

“Jabatan akan selesai pada waktunya. Namun jalan yang dibangun akan tetap dilalui. Sekolah akan tetap digunakan. Pelayanan yang diperbaiki akan tetap dirasakan. Dan harapan yang ditanam hari ini akan tumbuh dalam kehidupan masyarakat di masa yang akan datang,” katanya.

Amirudin juga menyadari masih banyak harapan masyarakat yang belum sepenuhnya dapat diwujudkan dalam waktu singkat.

Tidak semua kebutuhan mampu dijangkau dengan langkah yang sama.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya agar pembangunan berjalan secara berkelanjutan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat.

Di penghujung refleksinya, Amirudin menitipkan satu harapan yang menurutnya paling berharga untuk terus dipelihara, yakni kepercayaan masyarakat.

“Jika ada yang ingin dijaga dari seluruh perjalanan ini, semoga itu adalah kepercayaan. Kepercayaan untuk terus bergerak bersama, melangkah ke arah yang sama, menuju Gerbang Timur Sulawesi Tengah.”

Pada usia ke-66 ini, Kabupaten selain mencatat angka-angka pembangunan juga meneguhkan ikhtiar bahwa kemajuan daerah dibangun oleh gotong royong, kerja keras masyarakat, dan kepercayaan yang terus dirawat dari generasi ke generasi. *