Advertising

Wafatnya Karto Titi, Cahaya Teladan buat Warga Desa Jayabakti

Sofyan
Karto Titi semasa hidup
A-AA+A++

 

LUWUK TIMES – Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Desa Jayabakti Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai kembali diselimuti duka.

Sosok panutan, tokoh agama, tokoh adat, sekaligus tokoh masyarakat yang selama ini menjadi cahaya penuntun umat, Karto Titi, telah berpulang ke rahmatullah.

Almarhum menghembuskan napas terakhir pada Kamis, 01 Januari 2026, sekitar pukul 15.45 WITA, di kediaman rumah duka Dusun 3 Desa Jayabakti.

Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang selama ini merasakan ketulusan, kebijaksanaan, dan keteladanan beliau.

Baca Juga:  Hasil Lab Tak Kunjung Buka, Kuasa Hukum Warga Mayayap Sindir Untad Lebih Pilih Minta Arahan Gubernur Dibanding Buka Fakta Limbah B3

Semasa hidupnya, Karto Titi dikenal sebagai sosok yang istiqamah dalam pengabdian.

Ia adalah tokoh agama yang setia menyampaikan khutbah Jumat, pegawai Syara’ Masjid Libasutaqwa, tokoh adat yang menjaga nilai dan tradisi.

Bahkan tokoh masyarakat yang selalu hadir memberi sumbangsih pikiran demi kemajuan Desa Jayabakti.

Dengan tutur kata yang lembut dan sikap yang penuh kasih, almarhum berdakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga lewat perbuatan.

Baca Juga:  Sembilan Tahun Dibayangi Cemoohan: Jalan Panjang 20 KK Warga Tanjung Bunga Luwuk Utara Menjemput Asa dan Kepastian Tanah

Nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, kesederhanaan, dan keikhlasan beliau tanamkan dalam kehidupan sehari-hari, menjadi teladan bagi generasi muda dan seluruh jamaah.

Ilmu yang ia ajarkan tidak berhenti pada mimbar dan pengajian, melainkan hidup dalam sikap dan perilaku.

Banyak masyarakat yang mengenang kebijaksanaannya dalam menyelesaikan persoalan, merawat persaudaraan, serta menjaga harmoni adat dan agama.

Kini, sosok itu telah kembali kepada Sang Pencipta. Namun, warisan ilmu, amal jariyah, dan keteladanan yang ditinggalkan akan terus hidup di tengah masyarakat Desa Jayabakti.

Baca Juga:  Tak Lagi Memutar Jauh Demi Cita-Cita, Jembatan Kasih Indangsari Wujud Kepedulian Pemda Banggai untuk Masa Depan Anak Sekolah

Jejak pengabdiannya terpatri kuat dalam doa, adat, dan kehidupan bermasyarakat.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, mengampuni segala khilaf, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Terima kasih atas pengabdian, keteladanan, dan cinta yang telah engkau berikan untuk masyarakat.
Al-Fatihah. *

Reporter Ronaldi Timpola