LUWUK TIMES, Luwuk – Keluarga korban kecelakaan maut di Jalan Raya Ir. Soekarno, Luwuk, melayangkan kritik keras terhadap pemberitaan media lokal yang bersumber dari keterangan Humas Polresta Banggai.
Pihak keluarga membantah narasi yang menyebutkan bahwa korban mengendarai sepeda motor tanpa helm dan dalam kecepatan tinggi.
Astari Septiani, kakak kandung dari korban berinisial AM (17), menglarifikasi fakta di lapangan dengan menunjukkan bukti visual yang memperlihatkan sang adik masih mengenakan helm saat insiden terjadi.
Atas dasar tersebut, pihak keluarga meminta agar narasi dan judul berita yang beredar segera dikoreksi agar tidak menimbulkan persepsi publik yang salah.
Klarifikasi Pihak Keluarga
Bantahan Tuduhan Tanpa Helm. Keluarga memastikan korban AM mengenakan helm saat berkendara dan melampirkan bukti foto usai kejadian.
Himbauan Verifikasi. Pihak keluarga meminta insan pers untuk melakukan cek dan recheck sebelum menayangkan berita, sekalipun data awal didapatkan dari sumber resmi kepolisian.
Insiden nahas itu sendiri terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 21.30 WITA.
Motor Honda Stylo hitam (DN 5067 RS) yang dikendarai AM hilang kendali dan menabrak mobil ambulans Suzuki APV putih (DN 9017 C) milik warga Toili Barat berinisial MR (24) yang sedang terparkir.
Kasat Lantas Polresta Banggai, AKP Ade Irvan Rivai Kurnia, membenarkan bahwa korban menghembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RSUD Luwuk. *
Reporter Sofyan Labolo










