“Kalau hanya ikut tanpa target, tentu itu akan menjadi pertimbangan khusus. Kita tidak ingin sekadar hadir atau coba-coba, tetapi benar-benar mempertaruhkan nama daerah,” katanya.
Ia menyebutkan bahwa angka-angka yang telah disusun saat ini merupakan hasil kajian, kalkulasi kebutuhan, dan konfirmasi bersama masing-masing cabang olahraga. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan Ketua KONI Banggai.
Sugiarto juga mengungkapkan bahwa berdasarkan “spot intelijen” dan hasil kalkulasi internal, Kabupaten Banggai masih sangat berpeluang mempertahankan gelar juara umum pada Porprov Morowali mendatang.
“Target kami sudah diperhitungkan dengan matang. Potensi mempertahankan juara umum masih sangat besar, tinggal bagaimana kita bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh stakeholder,” ujarnya.
Terkait pendanaan, ia mengakui kondisi anggaran saat ini masih terbatas akibat efisiensi. Meski begitu, Banggai dinilai lebih siap dibanding sejumlah daerah lain karena usulan anggaran Porprov sudah lebih awal dimasukkan dalam program kerja pemerintah daerah.
“Daerah lain bahkan masih nol rupiah untuk cantolan anggaran Porprov. Sementara kita sudah mengusulkan sejak awal, hanya memang karena efisiensi maka anggarannya masih terbatas,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa arahan Gubernur Sulawesi Tengah meminta pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran Porprov melalui pergeseran maupun APBD Perubahan.
Di akhir keterangannya, Sugiarto berharap seluruh cabang olahraga mulai melakukan training center (TC) mandiri agar proses seleksi atlet bisa dilakukan lebih awal sebelum memasuki pemusatan latihan resmi.
“Pada saat TC nanti kita sudah masuk tahap pemantapan, bukan lagi seleksi. Langkah teknis dan non teknis sudah kami lakukan di internal KONI dan progres perencanaan sudah mencapai sekitar 40 sampai 50 persen,” pungkasnya. *
Sofyan Labolo





