Lagi, Tim Grebek Laporkan Politik Uang, Kasusnya Terjadi di Lobu

oleh -6.069 Kali Dibaca
Tim Grebek melaporkan dugaan politik uang di kantor Bawaslu Kabupaten Banggai, Selasa (01/12). (Foto: Istimewa)

LUWUK, Luwuktimes.id— Tim Gerakan Rakyat Bersatu Anti Politik Uang (GREBEK) konsisten dalam melaksanakan pengawasan politik uang jelang voting day 9 Desember 2020. Jika sebelumnya melaporkan dugaan politik uang yang terjadi di Kecamatan Luwuk Utara, kali ini tim Grebek mengadukan kasus serupa yang terjadi di Kecamatan Lobu.

Laporan beserta sejumlah barang bukti resmi dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Banggai, Selasa (01/12).

Ketua Bawaslu Kabupaten Banggai, Saiful Saide didampingi stafnya menerima langsung laporan yang dimasukkan sekitar pukul 15.00 wita tersebut.

Koordinator tim Grebek yang juga pelapor, Zul kepada Luwuktimes.id mengatakan, politik uang itu terjadi pada Kamis pekan lalu.

Tim pasangan calon bupati/wakil bupati Banggai mendatangi warga dengan membagi-bagikan sembako plus uang tunai. Salah satunya kepada warga berinisial RL.

Baca juga: Dugaan Politik Uang di Luwuk Utara, GREBEK Melapor ke Bawaslu

“Peristiwanya Kamis pekan lalu. Modusnya, tim paslon 02 turun mendata, menjanjikan sekaligus memberikan sembako dan uang kepada warga. Salah satu yang menjadi korban politik uang itu adalah RL,” kata Zul.

Tidak sebatas menghadirkan saksi sekaligus korban. Tapi Grebek juga saat melapor membawa sejumlah barang bukti. Yakni, beras 3 kg, gula 1 kg, teh 1 dos, susu 1 kaleng, kalender dan masker bergambar paslon serta uang pecahan Rp100 ribu.

Jelang hari pencoblosan praktik money politic sepertinya makin masif. Sebagai bentuk partisipasi mendukung gerakan pilkada bersih, Grebek merasa terpanggil untuk melakukan pengawasan terhadap praktik yang mencederai demokrasi tersebut.

Bahkan sebagai bentuk komitmen dalam rangka membantu kerja-kerja pengawasan Bawaslu bersama lembaga adhoknya, Grebek telah melebarkan sayap organisasinya di seluruh kelurahan/desa se Kabupaten Banggai.

“Personil kami ada di kelurahan dan desa se Kabupaten Banggai. Itu artinya, kalau politik uang masif, maka masif juga pengawasan kami di lapangan,” tutup Zul. *

(yan)

No More Posts Available.

No more pages to load.