Langkah Gemulai Sang Juara Bertahan: Aksi Memukau Disdagrin Banggai di Gerak Jalan Indah Luwuk

oleh -74 Dilihat
oleh
Kepala Bidang Perlindungan Konsumen, Standardisasi, dan Tertib Ukur, Cian Lin Sangkaeng, saat menberikan pengarahan kepada tim Gerak Jalan Indah Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Banggai

LUWUK TIMES, Luwuk – Sabtu siang (08/08/2026) itu, riak semangat membuncah di Alun-alun Bumi Mutiara Luwuk. Di antara deretan 99 regu instansi daerah dan 11 regu instansi vertikal yang siap memadati jalanan kota, ada satu regu yang tampil menonjol menyedot perhatian warga.

Dengan balutan busana perpaduan Merah Putih yang kontras dan gagah, 16 personel regu Gerak Jalan Indah Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Banggai berdiri tegap.

Di bawah komando tegas sang pemimpin barisan, Dewi Susiyanti, serta pengawalan langsung dari Kepala Bidang Perlindungan Konsumen, Standardisasi, dan Tertib Ukur, Cian Lin Sangkaeng, S.Sos., regu ini melangkah dengan penuh percaya diri.

Bagi Disdagrin Banggai, garis start di Alun-alun bukan sekadar ajang unjuk kekompakan fisik.

Ada beban gengsi berkelas yang mereka usung, yakni predikat sebagai Juara 1 Kategori Instansi pada gelaran tahun 2025 lalu.

Namun, daya pikat mereka tak cuma berhenti pada langkah kaki yang presisi atau status juara bertahan.

Begitu yel-yel digelorakan di sepanjang rute, gemuruh apresiasi menyapa dari pinggir jalan.

Penampilan tim Gerak Jalan Indah Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Banggai

Lewat yel-yel itu, mereka menyelipkan kebanggaan atas Batik Simpong, sebuah inovasi kebanggaan Disdagrin yang tahun ini berhasil menyabet predikat Juara 2.

“Kami ingin menghadirkan semangat parade yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga membawa narasi kebanggaan lokal seperti Batik Simpong ke tengah masyarakat,” tutur Cian Lin Sangkaeng di sela-sela pengawalan regunya.

Perjalanan menguras keringat pun dimulai. Dari Alun-alun Bumi Mutiara, barisan mengular rapi menyusuri jalan di depan Rumah Jabatan Bupati Banggai, melintasi depan SD Cokroaminoto, hingga menyapa warga di Kelurahan Luwuk dan Jalan Sultan Hasanuddin.

Lengkok langkah mereka berlanjut melewati pelataran Universitas Muhammadiyah Luwuk, Rumah Makan Pinaria, hingga membelah riuk kawasan pertokoan dan depan Apotik Winda Farma.

Langkah kaki yang seirama, senyum yang tak surut, serta sorak yel-yel yang memikat akhirnya menyentuh garis finish di kawasan ikonik Teluk Lalong, tepat di belakang Masjid Agung An-Nuur Luwuk.

Hari itu, Disdagrin Banggai tak sekadar menyelesaikan rute perlombaan, tetapi juga berhasil mencuri hati masyarakat Luwuk lewat sajian gerak, warna, dan identitas budaya. *

Reporter Sofyan Labolo