
Gagasan di ranah politik adalah mimpi. Mimpi yang sama oleh Anies, Risma, Ganjar, Ridwan, dan sederet pemimpin daerah sejauh ini. Untuk bermimpi kita tak harus tidur berkepanjangan, kecuali mendengar harapan orang banyak sebagaimana pernah dilakukan Jokowi. Pada tingkat selanjutnya seluruh gagasan itu hanya akan _landing_ bila diterjemahkan dengan baik kedalam rencana konkrit oleh jajaran birokrasi. Disini birokrasi tak bicara mimpi lagi, namun bagaimana merealisasikan mimpi lewat berbagai pilihan strategi. Dari perencanaan jangka panjang, menengah, dan pendek kedalam aksi program plus kegiatan. Jadi, bila penilaian Ben kita anggap positif pada sisi kualitas dari nilai kepemimpinan pemerintahan, maka tugas seksama kita adalah menemukan birokrasi yang mampu mencairkan mimpi ke desain perencanaan yang tidak saja produktif, juga inovatif dan solutif.
Lebih dari itu, kontradiksi Ben bisa direspon lewat pilihan metodologi pembangunan pemerintahan. Pada lokus selebar Solo, Surabaya, Bandung, dan Makassar misalnya, metode kualitatif lewat pendekatan _blusukan_ efektif untuk mengais harapan publik menjadi adonan kebijakan yang responsif. Sebaliknya, pada populasi yang hampir mencapai 300 juta penduduk, 34 provinsi, 550 kota dan kabupaten, pola pendekatan semacam itu tak cukup efektif menyedot harapan publik kecuali mempercayai kinerja para kepala daerah sebagai sampel. Dalam konteks inilah kualitas desentralisasi politik dan administrasi menjadi perhatian serius jika kita ingin memastikan semua program dan kegiatan pemerintah berjalan ditingkat terbawah.
Akhirnya, merenungkan kembali paragraf penutup pidato pengukuhan guru besar Ryaas Rasyid (1997), pemerintahan, seperti yang kita hayati selama ini, adalah sebuah lahan pengabdian sekaligus mengandung peluang dan tantangan _(challenging)._ Ia bukan tempat untuk bersenang-senang, melainkan tempat untuk menyenangkan kebutuhan orang banyak. Sebab itu, siapapun yang berkecimpung didalamnya membuka peluang yang luas untuk berbuat baik sebagaimana harapan di setiap kita tentang hadirnya pemerintahan yang baik. *
Penulis adalah Dekan Fakultas Politik Pemerintahan IPDN
Discussion about this post