Pengkab Taekwondo Banggai hanya Punya 3 Club, Sekum TI Sulteng Budiono: Harus Ditambah

oleh -1361 Dilihat
oleh
Sekretaris Umum Pengprov TI Sulteng, Budiono saat memberikan sambutan pada Musyawarah Taekwondo Indonesia Kabupaten Banggai, di Hotel Santika Luwuk, Sabtu (27/09/2025). (Foto Sofyan Labolo Luwuk Times)

LUWUK TIMES— Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Kabupaten Banggai hanya memiliki 3 club. Jumlah itu bagi Pengprov TI Provinsi Sulawesi Tengah masih sangat minim.

“Kedepan harus ditambah,” saran Sekum Pengprov TI Sulteng, Budiono saat memberikan sambutan pada Musyawarah Taekwondo Indonesia Kabupaten Banggai, yang berlangsung di Hotel Santika Luwuk, Sabtu (27/09/2025).

Ia mengatakan, dalam membesarkan cabang olahraga (cabor) taekwondo butuh kerja keras. Salah satunya adalah membuat club dan dojang.

Baca Juga:  Hari Pertama, Kecamatan Mantoh Pimpin Klasemen Sementara Perolehan Medali Cabor Taekwondo

“Tiga itu hanya sedikit. Perbanyak lagi club dan dojang,” kata Budiono lagi.

Tak sekadar menambah wadah latihan. Budiono juga menyarankan kepada TI Banggai harus banyak berbenah.

“Harus berbenah. Aktif mengikuti ujian kenaikan tingkat. Ini jadi PR (pekerjaan rumah) kita,” kata Budiono.

Tidak sedikit provinsi yang memiliki kepengurusan ganda. Hal ini tentu saja memengaruhi dalam mencetak prestasi.

Baca Juga:  Pegiat Olahraga Resah, Dana Hibah KONI Banggai Hanya Rp1,5 Miliar, Ini Respons Bupati Amirudin

“Kunci utama kita Bersatu Berprestasi. Itu yang menjadi slogan TI sekarang,” katanya.

Dengan banyaknya club serta dojang sambung mantan atlet taekwondo Sulteng, maka dengan sendirinya akan banyak pula kompetisi.

“Banyak dojang dan club sehingga banyak juga kompetisi. Atlet akan teruji. Anak-anak belajar tanding. Sering latihan tapi jarang kompetisi bikin anak-anak vakum,” ucapnya.

Baca Juga:  Kontingen Sulteng Berpeluang Sabet 20 Medali Emas di PON Aceh-Sumut

Kepengurusan

Ia juga menginformasikan, perbedaan system kepengurusan lama dengan sekarang cukup signifikan.

Pertama menyangkut kewenangan. Model kepengurusan lama, lebih cenderung terpusat pada provinsi. Tapi sekarang, setiap daerah boleh mengirim atlet untuk berlaga luar provinsi.

“Dulu terpusat pada provinsi. Tapi sekarang daerah bisa kirim atlet ke luar daerah,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.