LUWUK TIMES – Nama Shela Divana Dewi menjadi sorotan dalam ajang internasional The 7th Jogjakarta Communication Conference (JCC) 2026 pada 15–17 April 2026 bertempat Penang, Malaysia.
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Luwuk ini sukses mengharumkan nama kampus sekaligus Indonesia setelah meraih penghargaan bergengsi sebagai 3rd Best Speaker di Conference Room 13.
Konferensi bertema “Creative Public Futures: Content, Civic Engagement, and Digital Culture in Southeast Asia” tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai negara.
Seperti Indonesia, Malaysia, China, Jerman, Belanda, hingga sejumlah negara Afrika.
Ajang ini menjadi forum akademik berskala global yang mempertemukan para akademisi dan peneliti di bidang komunikasi.
Di tengah ketatnya persaingan internasional, Shela Divana Dewi tampil percaya diri mempresentasikan karya ilmiahnya berjudul “Implementation of Community Relations as a CSR Strategy of PT. Panca Amara Utama Banggai” yang ditulis bersama Suanti Tunggala.
Presentasi yang kuat, argumentatif, dan relevan dengan isu komunikasi kontemporer mengantarkannya meraih posisi ketiga terbaik.
Prestasi Shela semakin istimewa karena diraih melalui proses seleksi yang panjang dan kompetitif. Mulai dari pengiriman abstrak pada Maret 2026, tahap seleksi, hingga pengumpulan full paper sebelum akhirnya dinyatakan lolos sebagai peserta konferensi.
Universitas Muhammadiyah Luwuk sendiri mengirimkan 10 delegasi yang terdiri dari 7 mahasiswa dan 3 dosen dari Prodi Ilmu Komunikasi FISIP, serta mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom Meeting.
Shela, yang juga merupakan putri Ketua PWI Banggai Abdul Saleh, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada pihak kampus, khususnya Dekan FISIP dan para dosen pembimbing yang telah memberikan dukungan penuh sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan konferensi.
Keberhasilan Shela Divana Dewi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani tampil dan berprestasi di tingkat internasional, sekaligus membuktikan bahwa generasi muda daerah mampu bersaing di kancah global. *
Editor Sofyan Labolo













