LUWUK TIMES— Harapan baru bagi dunia pendidikan di pelosok Kabupaten Banggai mulai terasa nyata.
Salah satunya melalui Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), PT Anugerah Bangun Makmur (PT ABM).
Perusahaan ini memberikan bantuan perangkat internet Starlink kepada SMP Negeri 7 Satap Pagimana di Desa Siuna, Kecamatan Pagimana & SD Batakudamo Desa Toiba kecamatan Bualemo, pada Mei 2025.
Bantuan ini menjawab tantangan besar yang selama ini dihadapi sekolah tersebut. Selama ini akses internet buruk. Bahkan kerap menghambat proses pembelajaran, ujian daring, hingga partisipasi dalam lomba-lomba akademik.
“Dengan Starlink, kami merasakan perbedaan signifikan. Koneksi internet kini stabil dan cepat. Siswa bisa mengikuti lomba OSN daring tanpa gangguan teknis. Kami pun optimis menghadapi ujian ANBK yang akan datang,” ujar Kepala Sekolah SMPN 7 Satap Pagimana, Ishak Ismail.
“Dengan adanya bantuan Starlink di sekolah kami,sangat membantu salah satunya adalah dalam proses belajar mengajar insyaallah pada bulan Oktober menghadapi ujian ANBK dengan adanya bantuan Starlink bisa membantu kegiatan ujian tersebut tanpa kendala lagi jaringan,” ujar Kepala Sekolah SD Inpres Batakudamo, Karman R Bumulo.
Dengan koneksi internet yang memadai, kegiatan pembelajaran di sekolah kini jauh lebih efektif. Guru dan siswa dapat mengakses berbagai sumber belajar daring, meningkatkan literasi digital, serta memperluas wawasan mereka.
Lebih dari itu, kesempatan untuk bersaing di tingkat nasional pun kini terbuka lebar bagi siswa-siswi dari desa yang sebelumnya tertinggal dari segi teknologi ini.
Bantuan ini merupakan bagian dari komitmen sosial PT Anugerah Bangun Makmur dalam memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan, terutama di bidang pendidikan. PT ABM memahami bahwa akses internet merupakan kebutuhan dasar pendidikan modern, dan ingin memastikan bahwa siswa di daerah terpencil pun memiliki peluang yang setara.
“Kami percaya bahwa pembangunan di sektor pendidikan akan menciptakan dampak jangka panjang. Karena itu, kami tidak hanya fokus pada pertumbuhan industri, tapi juga pada kemajuan generasi muda di desa lingkar tambang,” jelas Sapto Putranto, KTT PT ABM.
ini sebagai bentuk pemerataan fasilitas digital di desa-desa lingkar tambang. Program ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan masyarakat bisa menghadirkan perubahan positif di daerah pelosok. *
Sofyan Labolo










