LUWUK TIMES, Banggai – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PT Panca Amara Utama (PAU) bersama Banggai Corallium menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan melalui kegiatan transplantasi terumbu karang dan bersih pantai di kawasan pesisir Kelurahan Tanjung Tuwis, Kabupaten Banggai, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banggai, mahasiswa Universitas Tompotika (Untika), pemuda Kelurahan Tanjung Tuwis, serta masyarakat setempat ini menjadi simbol kolaborasi berbagai elemen dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut Banggai.
Dalam aksi konservasi tersebut, sebanyak 15 media tanam dengan total 300 bibit terumbu karang berhasil ditransplantasikan di perairan Tanjung Tuwis.
Upaya ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem bawah laut sekaligus menjaga habitat berbagai biota laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir.
Manager HSE PT PAU, Habibi Rahmawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
“Ini merupakan salah satu wujud nyata kami dalam menjaga alam, khususnya laut, melalui kegiatan transplantasi terumbu karang. Kami berharap lima hingga sepuluh tahun ke depan dapat melihat hasilnya berupa ekosistem laut yang semakin sehat, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Komitmen PT PAU terhadap lingkungan mendapat apresiasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banggai. Perwakilan DLH, George Laato, menyebut perusahaan tersebut konsisten mendukung berbagai program pelestarian lingkungan di daerah.
“Pada tahun 2025 kami juga bersama PT PAU melaksanakan penanaman mangrove di Kecamatan Batui. Ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya peduli pada ekosistem daratan, tetapi juga turut menjaga kelestarian ekosistem laut melalui transplantasi terumbu karang,” katanya.
George berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mewujudkan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan di Kabupaten Banggai.
Sementara itu, Lurah Tanjung Tuwis, Suryana Mattuliang, menyambut positif kegiatan tersebut karena melibatkan generasi muda dan masyarakat pesisir yang sehari-hari bergantung pada sumber daya laut.
“Mayoritas warga kami berprofesi sebagai nelayan. Karena itu, keberadaan terumbu karang sangat penting bagi kelangsungan hidup biota laut dan hasil tangkapan nelayan,” ujarnya.
Menurutnya, terumbu karang memiliki peran vital sebagai rumah bagi berbagai jenis ikan serta penopang keseimbangan ekosistem laut.
Semakin sehat terumbu karang, semakin besar pula potensi sumber daya perikanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Ke depan, kami berharap manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh nelayan sehingga tidak perlu melaut terlalu jauh untuk mendapatkan ikan. Kami juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan pesisir,” tambahnya.
Ketua Banggai Corallium, Sunario Larompone, menjelaskan bahwa organisasinya telah aktif selama empat tahun dalam kegiatan edukasi dan konservasi lingkungan pesisir di Kabupaten Banggai.
“Fokus kami adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Kami sangat mengapresiasi kesempatan berkolaborasi dengan PT PAU dalam kegiatan ini dan berharap kerja sama serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ungkap Sunario.
Selain menjalankan program konservasi, Banggai Corallium juga rutin melakukan kampanye dan edukasi lingkungan kepada masyarakat dan pelajar guna menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian pesisir dan laut.
Melalui aksi transplantasi 300 bibit karang dan kegiatan bersih pantai ini, PT PAU bersama Banggai Corallium tidak hanya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi juga menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menjaga kekayaan laut Banggai.
Langkah tersebut diharapkan menjadi investasi lingkungan jangka panjang demi keberlanjutan sumber daya alam dan kesejahteraan generasi mendatang. *
