RKB SDN Tampe Pagimana Mangkrak, Proyek Tanpa Papan Informasi dan Abaikan Keselamatan Pekerja

oleh -894 Dilihat
oleh
Pembangunan RKB SDN Tampe Kecamatan Pagimana tanpa papan proyek. (Foto Istimewa)

LUWUK TIMES – Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Tampe, Kecamatan Pagimana, yang dimulai sejak akhir tahun 2025 hingga memasuki tahun 2026, hingga kini belum juga rampung.

Ironisnya, proyek tersebut tanpa adanya papan informasi proyek. Sehingga menimbulkan tanda tanya besar terkait transparansi anggaran dan jangka waktu pelaksanaan.

Pantauan media ini menunjukkan, tidak adanya papan proyek membuat masyarakat tidak mengetahui secara pasti sumber dana dan besaran anggaran.

Baca Juga:  Harapan IMPBJ Pagimana Kabupaten Banggai Buat AT-FM di Periode Kedua

Termasuk target waktu penyelesaian pembangunan dua unit RKB tersebut.

Tak hanya itu, kondisi lapangan juga memprihatinkan. Para pekerja bangunan tidak mendapat Alat Pelindung Diri (APD) sebagaimana mestinya, yang seharusnya menjadi standar keselamatan dan kesehatan kerja.

Informasi yang dihimpun Luwuk Times Jumat (23/01/2026) menyebutkan, pembangunan RKB SDN Tampe telah berjalan sejak Desember 2025.

Baca Juga:  PT ABM Buka Akses Internet di Daerah Terpencil: SMPN 7 Satap Pagimana dan SD Inpres Batakudamo Desa Toiba Kini Nikmati Koneksi Cepat

Namun hingga kini, papan proyek belum juga terpasang. Warga menduga pihak kontraktor menganggap lokasi sekolah yang berada pada wilayah desa terpencil dan pulau tidak memerlukan kelengkapan administrasi tersebut.

Para pekerja tak dilengkapi alat pelindung diri atau APD. (Foto Istimewa)

“Papan proyek tidak ada, dan para pekerja juga tidak memakai APD. Ini kami ketahui langsung setelah kami konfirmasi ke pekerja,” ujar salah seorang warga setempat.

Baca Juga:  Pagimana Banggai Krisis Air, Warga Tagih Janji PDAM Unit

Masyarakat berharap agar dinas dan instansi terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap pelaksanaan proyek tersebut.

Ketidakpatuhan pihak rekanan kontraktor terhadap aturan perlu menjadi bahan evaluasi agar ke depan tidak kembali terulang, terlebih proyek tersebut menyangkut fasilitas pendidikan. *

Reporter Anto Yasin