Senyum Haru Para Lansia dan Penyandang Disabilitas di Banggai yang Terima Bantuan Rp358 Juta

SofyanSofyan
Sesi foto bersama dengan Bupati Banggai H. Amirudin
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Banggai — Suasana hangat menyelimuti Kantor Dinas Sosial Kabupaten Banggai di Kawasan Perkantoran Bukit Halimun, Kecamatan Luwuk Selatan, Kamis (6/8/2026).

Di antara riuk angin perbukitan, wajah-wajah polos para lansia dan penyandang disabilitas memancarkan senyum lega. Hari itu, harapan baru hadir menyapa mereka.

Pemerintah Kabupaten Banggai bersama Kementerian Sosial (Kemensos) RI dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali mengulurkan tangan.

Sebanyak 122 penerima manfaat menerima kado kasih sayang bernilai total Rp358 juta sebuah upaya nyata merajut kembali kesejahteraan masyarakat rentan di Bumi Babasal.

Bantuan yang diserahkan tidak sekadar formalitas angka. Anggaran APBN diwujudkan dalam bentuk alat bantu gerak, seperti kursi roda dan tongkat, benda sederhana yang bagi para penerimanya berarti kebebasan untuk kembali melangkah.

Tak berhenti di situ, Pemprov Sulteng turut menyuntikkan semangat kemandirian ekonomi dengan menyerahkan bantuan peralatan pemberdayaan berupa mesin parut dan mesin peras kelapa.

Bagi keluarga penerima, bantuan ini adalah pemicu modal usaha untuk menopang dapur rumah tangga mereka.

Secara simbolis, Bupati Banggai Ir. H. Amirudin menyerahkan bantuan tersebut didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola.

“Hari ini hanya penyaluran secara simbolis di Luwuk. Kami sudah menyusun jadwal untuk menyisir daerah-daerah lainnya agar seluruh bantuan sampai ke tangan yang berhak,” jelas Hariadi Bola di sela-sela kegiatan.

Jangan Ada Data “Siluman”

Di balik rasa haru dan suka cita, Bupati Banggai Amirudin memberikan penekanan serius terkait ketepatan sasaran bantuan sosial.

Menurutnya, bantuan pemerintah, baik dari pusat, provinsi, maupun daerah adalah wujud kehadiran negara tanpa memandang latar belakang.

Bupati Amirudin tak menutup mata terhadap dinamika dan keluhan warga yang kerap merasa bantuan sosial tidak tepat sasaran di lapangan. Untuk itu, ia melayangkan instruksi tegas kepada seluruh aparatur desa dan kelurahan.

“Masalah data, saya minta lurah dan kepala desa memberikan data orang-orang yang benar-benar berhak menerima. Ke depan harus disortir dan divalidasi dengan baik agar yang menerima benar-benar masyarakat yang membutuhkan,” tegas Amirudin dengan nada mantap.

Langkah pembaruan data yang diintegrasikan bersama Kemensos RI ini diharapkan menjadi benteng agar tak ada lagi masyarakat kurang mampu yang terlewatkan.

Perwakilan UPT Kemensos RI di Sulawesi Tengah pun mengapresiasi kolaborasi lintas pemerintah ini.

Sinergi antara pusat dan daerah diyakini menjadi kunci utama agar perlindungan sosial tidak berhenti sebagai wacana, melainkan aksi nyata.

Menutup prosesi penyerahan, Bupati Amirudin menyampaikan harapan besarnya agar setiap bantuan yang diterima tak sekadar disimpan, melainkan dimanfaatkan secara optimal untuk menyambung asa dan meningkatkan taraf hidup keluarga.

Bagi 122 warga Banggai hari itu, bantuan yang dibawa pulang dari Bukit Halimun bukan sekadar kursi roda, tongkat, atau mesin perkakas, melainkan bukti bahwa mereka tidak pernah berjalan sendiri. *