LUWUK TIMES— Meski baru setahun dibangun, namun Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Tintingan Kecamatan Pagimana Kabupaten Banggai sudah banyak rusak.
Meski infrastruktur itu telah dilakukan pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banggai, namun tak kunjung ada perbaikan.
Karena kerusakan Pustu itulah, sehingga para tenaga medis menolak untuk menggunakannya.
Dana untuk pembangunan Pustu Desa Tintingan tak kecil. Bersumber dari APBD tahun anggaran 2024 itu tak hanya telah mengalami sejumlah kerusakan. Parahnya lagi, tidak ada jaringan air bersih.

Bidan Hasna kepada Luwuk Times, Minggu (27/07/2025) mengaku belum ada serah terima gedung Pustu. Pasalnya, baru setahun dibangun, namun bangunannya sudah mengalami kerusakan.
“Sampai saat ini belum ada serah terima bangunan. Karena ada beberapa bagian pengerjaan plafon mengalami kerusakan. Termasuk jaringan pipa air dalam kamar mandi serta pipa air tempat cuci tangan tidak ada,” kata Bidan Hasna.
Ia mengaku, beberapa waktu pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Banggai telah datang untuk melakukan pemeriksaan bangunan.

Hasil peninjauan itu terungkap bahwa memang banyak fasilitas yang rusak dan tidak memadai.
Meski begitu kata Bidan Hasna, sampai saat ini belum ada realisasi untuk melakukan perbaikan, utamanya dari pihak kontraktor.
Rupanya tak hanya Pustu Tintingan. Kabarnya Pustu desa Poh juga belum dapat difungsikan. Itu lantaran terjadi kerusakan. Sehingga belum ada serah terima bangunan. *

Anto Yasin













