LUWUK TIMES – Wakil Bupati Banggai, Furqanuddin Masulili, memimpin upacara peringatan Hari Patriotik 12 Februari ke-84 bertempat halaman Kantor Camat Pagimana, Rabu (12/2/2026).
Peringatan ini menjadi momentum penting mengenang heroisme perjuangan masyarakat Pagimana dalam mengibarkan Sang Merah Putih pada 12 Februari 1942.
Upacara berlangsung khidmat. Hadir juga Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Rudi PK Bullah. Ia adalah cucu pejuang Merah Putih TS Bullah, Kapolsek Pagimana, Danramil dan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari).
Tak ketinggalan para lurah dan kepala desa, ASN se Kecamatan Pagimana, BPD, keluarga pejuang patriotik, serta undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Furqanuddin Masulili menyampaikan apresiasi atas konsistensi masyarakat Pagimana dalam menjaga dan merawat nilai-nilai sejarah perjuangan.
“Tanggal 12 Februari adalah hari sakral bagi Pagimana. Peristiwa heroik tahun 1942 ini mencatat keberanian masyarakat dalam mengibarkan Merah Putih di Bumi Babasal. Semangat patriotik ini harus terus kita kenang untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan,” ujar Wabup.
Ia menegaskan, peringatan Hari Patriotik bukan sekadar seremoni. Akan tetapi juga refleksi untuk membangkitkan semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air.
“Kegiatan ini menjadi pengingat jasa para pahlawan sekaligus dorongan bagi generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan prestasi, sportivitas, persatuan, dan gotong royong,” tambahnya.
Pelayanan Publik
Wabup yang merupakan putra daerah Pagimana kelahiran Pakowa itu juga mengajak seluruh aparatur pemerintah meningkatkan kompetensi dan kualitas pelayanan publik.
“Dengan usia Kecamatan Pagimana yang telah 65 tahun, saya berharap pelayanan kepada masyarakat semakin optimal. Setiap aparatur harus memiliki kompetensi demi mendorong kinerja pemerintahan yang lebih baik di masa mendatang,” tegasnya.
Menurutnya, masyarakat Pagimana patut berbangga. Karena sejarah membuktikan bahwa perjuangan kemerdekaan tidak hanya lahir dari kota-kota besar, tetapi juga dari desa.
“Orang tua kita telah menunjukkan bahwa semangat perjuangan tidak dimonopoli oleh orang kota. Di tengah tekanan penjajahan Jepang kala itu, masyarakat Pagimana tetap berani mengibarkan Merah Putih,” ucapnya.
Ia juga menyoroti bahwa Pagimana merupakan satu-satunya kecamatan di Kabupaten Banggai yang secara rutin memperingati Hari Patriotik 12 Februari.
Rangkaian kegiatan peringatan turut diisi dengan pemotongan nasi tumpeng, penyerahan bingkisan dari Dinas Sosial Kabupaten Banggai kepada keluarga pejuang Patriotik 12 Februari 1942, serta penyerahan hadiah lomba pentas seni musik.
Peringatan Hari Patriotik ke-84 ini kembali menegaskan komitmen masyarakat Pagimana dalam menjaga semangat perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa. *
Reporter Anto Yasin












