LUWUK TIMES, Toili — Bagi sebagian dari kita, jarak dan medan berat hanyalah deretan angka di peta atau cerita dalam layar gawai. Namun, bagi saudara-saudara kita di Komunitas Adat Terpencil (KAT) Dusun II Uemea, Permukiman Kambanga, Desa Uemea, Kecamatan Toili, keterpencilan adalah sunyi yang telah lama menemani hari-hari mereka.
Hingga sebuah hari Sabtu yang istimewa datang mengubah segalanya. Di bawah langit akhir Oktober yang hangat, sekitar 60 personel gabungan dari Pemerintah Kabupaten Banggai membuktikan bahwa sejauh apa pun sebuah tempat, cinta dan tanggung jawab negara tak pernah kehabisan jalan untuk mencapainya.
Bukan perkara mudah untuk merengkuh mereka yang tinggal di pelukan alam liar. Menuju Permukiman Kambanga, tim terpadu harus berjibaku dengan waktu dan tenaga selama kurang lebih empat jam perjalanan dari Desa Uemea.
Roda kendaraan harus berganti dengan keteguhan hati. Rombongan wajib menembus derasnya aliran sungai dan mendaki jalanan pegunungan yang curam dengan akses yang amat terbatas.
Namun, peluh yang bercucuran dan lelah yang mendera seketika lunas begitu melihat secercah harapan di mata warga setempat.
“Keterbatasan akses tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah untuk tidak hadir. Jangan sampai ada perbedaan pelayanan antara masyarakat di perkotaan dengan saudara-saudara kita di Komunitas Adat Terpencil,” tegas Kepala Dinas Sosial Kabupaten Banggai, Hariadi Bola, S.H., yang memimpin langsung perjalanan penuh makna ini.
Kehadiran tim lintas instansi ini membawa gelombang kebahagiaan yang nyata bagi 9 kepala keluarga atau 37 jiwa warga Kambanga. Semua bergerak seirama, meruntuhkan sekat birokrasi demi kemanusiaan.
Dinas Perhubungan yang dipimpin langsung oleh Kadis Perhubungan H. Ihwan Ahmad, S.Pd., S.H., turun tangan meninjau lapangan untuk memastikan kawasan permukiman ini segera terang lewat program pengadaan penerangan.
Dinas Kesehatan bersama Puskesmas Toili 2 menyapa warga dengan senyuman, memberikan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus merangkul warga untuk peduli pada kesehatan tubuh.
Dinas Dukcapil bersama UPT Dukcapil Toili membuka layanan administrasi kependudukan, memastikan setiap warga memiliki identitas resmi yang selama ini sulit mereka akses.
Dan Dinas Sosial menyalurkan bantuan sembako, diperkuat oleh uluran tangan Pemerintah Kecamatan Toili dan Moilong, Pemerintah Desa Uemea, serta semangat luar biasa dari para pahlawan kemanusiaan: TAGANA, TKSK, dan Pendamping PKH.
Langkah kaki menembus hutan dan sungai hari itu membawa pesan yang jauh lebih dalam dari sekadar bantuan material.
Kehadiran pemerintah menyapa langsung di beranda rumah mereka adalah penegasan bahwa warga Kambanga tidak pernah sendiri. Mereka adalah bagian penting yang dicintai dan dirangkul dalam denyut pembangunan Kabupaten Banggai.
Di ujung perjalanan yang melelahkan itu, terselip sebuah senyuman tulus bukti bahwa ketika niat tulus dan kepedulian bersatu, tidak ada gunung yang terlalu tinggi dan tidak ada sungai yang terlalu deras untuk diseberangi. *
Sumber Dinsos Banggai














