Advertising

Example floating
Example floating

Anggaran Program Berani Cerdas Sulawesi Tengah Melesat Rp351 Miliar

Sofyan
Wagub Sulteng, Reny A. Lamadjido
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Palu — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) benar-benar membuktikan bahwa urusan mencerdaskan bangsa bukan sekadar pemanis retorika.

Dalam mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah, Pemprov Sulteng melakukan lompatan besar dengan menaikkan alokasi anggaran program Berani Cerdas secara drastis.

IMG-20260829-WA0006

Yakni kenarikannya dari Rp264 miliar pada tahun lalu menjadi Rp351 miliar pada tahun 2026 ini.

Suntikan dana segar sebesar hampir Rp100 miliar ini menjadi bukti sahih bahwa pendidikan menempati kasta tertinggi dalam prioritas pembangunan di bawah kepemimpinan daerah saat ini.

Efek domino dari kenaikan anggaran ini pun sangat masif. Hingga tahun 2026, program Berani Cerdas tercatat telah membiayai hampir 50 ribu mahasiswa di Sulawesi Tengah.

Angka ini melonjak tajam lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya yang baru menyentuh kisaran 20 ribu penerima manfaat.

Baca Juga:  Siaga Karhutla dan Atensi Pembunuhan Berdarah di Duyu, Wakapolda Sulteng Turun Tangan

Kabar baik tentang komitmen anggaran ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., di sela-sela acara Kunjungan dan Sosialisasi Program Afirmasi dan Kolaborasi Pendidikan antara Pemprov Sulteng dan Universitas Hasanuddin (Unhas) di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (14/7/2026).

“Anggaran Berani Cerdas terus meningkat. Tahun lalu sekitar Rp264 miliar, tahun ini menjadi Rp351 miliar. Ini bukti nyata bahwa pendidikan menjadi prioritas utama Pemprov Sulteng. Bagi saya pribadi, urusan pendidikan itu harga mati, tidak bisa ditawar!” tegas Wagub Reny dengan penuh semangat.

Tidak hanya modal anggaran yang melimpah, Pemprov Sulteng juga langsung bergerak cepat memperluas akses ke perguruan tinggi top nasional. Melalui kerja sama strategis dengan Universitas Hasanuddin (Unhas), putra-putri terbaik Sulteng kini diberikan “karpet merah” melalui jalur afirmasi khusus.

Baca Juga:  Siaga Karhutla dan Atensi Pembunuhan Berdarah di Duyu, Wakapolda Sulteng Turun Tangan

Untuk memudahkan para calon mahasiswa, pelaksanaan seleksi masuk Unhas kali ini dipusatkan langsung di Kota Palu, sehingga anak-anak daerah tidak perlu jauh-jauh menyeberang ke Makassar hanya untuk mengikuti tes.

Wagub Reny mengimbau seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK di Sulteng untuk bergerak aktif mengedukasi dan mendorong anak didiknya memanfaatkan peluang emas ini. Pendaftaran jalur afirmasi ini masih terbuka lebar hingga akhir Juli 2026.

“Ini kesempatan yang sangat luar biasa. Tesnya dilaksanakan di Palu, jadi lebih dekat dan mudah dijangkau. Ayo kita dorong anak-anak kita menjadi sarjana, magister, doktor, hingga dokter spesialis demi masa depan Sulawesi Tengah,” ajak Wagub Reny.

Baca Juga:  Siaga Karhutla dan Atensi Pembunuhan Berdarah di Duyu, Wakapolda Sulteng Turun Tangan

Bak gayung bersambut, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Dr. drg. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.M., Subsp.Ortognat.D, menyambut baik antusiasme tinggi dari Pemprov Sulteng.

Ia memaparkan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai skema penerimaan, mulai dari program sarjana (S1), sarjana terapan, magister (S2), doktor (S3), hingga pendidikan dokter spesialis.

Dengan perpaduan sokongan dana Berani Cerdas yang menyentuh Rp351 miliar dan akses eksklusif ke Unhas, Pemprov Sulteng optimis transisi menuju daerah dengan SDM yang unggul dan berdaya saing tinggi dapat terwujud lebih cepat. *