LUWUK TIMES – Di balik semarak Ramadhan yang segera tiba, ada harapan besar yang menggantung di hati para pedagang kecil. Adalah Asosiasi Pedagang Muslim Banggai (APMB). Sebuah wadah resmi yang telah mengantongi akta notaris. Menyuarakan aspirasi mereka terkait lokasi lapak Ramadhan di wilayah Kota Luwuk.
Ketua APMB, Ari Indrayana, kepada Luwuk Times Minggu (01/02/2026) dengan tegas menegaskan sikap organisasinya yang patuh terhadap aturan.
“Kami samina wa atho’na,” ucapnya, menandaskan komitmen APMB untuk tidak berjualan pada area pembangunan baru Masjid Agung.
Menurutnya, kawasan tersebut telah menjadi ketentuan yang paten dan wajib dihormati oleh seluruh anggota asosiasi.
Sebagai bentuk kepatuhan, APMB hanya menggunakan jalur pinggir Taman Adipura hingga lurus ke bawah. Termasuk jalur ORARI dan PMI, sebagai area berlapak.
Namun, Ari mengungkapkan bahwa pengalaman para pedagang menunjukkan lokasi sangat menentukan rezeki.
“Kami sudah berpengalaman, lokasi lapak yang strategis sangat berpengaruh terhadap penghasilan, tergantung ikhtiar dan tempatnya,” ujarnya.
Meminjam Modal
Kondisi para pedagang pun tidak sederhana. Banyak dari mereka telah meminjam modal jangka pendek dan lebih dulu berbelanja kebutuhan lapak Ramadhan.
Di situlah kegelisahan muncul—antara harapan dan kekhawatiran akan sepinya pembeli bila lokasi kurang mendukung.
APMB sendiri telah berupaya menjalin komunikasi dengan Bupati Banggai. Namun belum membuahkan hasil. Itu karena kesibukan kepala daerah yang kerap berada di luar kota.
Meski begitu, harapan tak surut. Ari dan para pedagang berharap penuh agar Bupati Banggai, sebagai pemegang kebijakan mutlak, dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk berjualan pada “jalur Gaza” (sebutan jalan MT Haryono bagi para pedagang busana Muslim) khusus pada Ramadhan tahun ini.
“Keluh kesah kami ini murni dari pedagang kecil. Kami hanya ingin diberi ruang untuk berusaha,” ungkap Ari dengan nada penuh harap.
Menambah legitimasi organisasi, APMB telah melantik H. Beniyanto Tamoreka sebagai penasihat.
Kehadiran tokoh tersebut diharapkan dapat menjadi jembatan aspirasi antara pedagang dan pemerintah daerah.
Tak hanya di Kota Luwuk, tahun ini APMB juga akan menggelar lapak Ramadhan perdana pada sejumlah wilayah. Antaranya Kecamatan Toili Unit 11, Kecamatan Bunta, Kecamatan Bualemo, Banggai Kepulauan (Salakan), serta Banggai Laut.
Langkah ini menjadi bukti bahwa APMB terus berkembang dan berupaya menggerakkan ekonomi umat di berbagai wilayah Kabupaten Banggai.
Bulan penuh berkah ini, para pedagang hanya berharap satu hal sederhana, kesempatan yang adil untuk berusaha, agar Ramadhan tak hanya membawa pahala, tetapi juga keberkahan rezeki bagi keluarga mereka. *



