LUWUK TIMES – Malam kini tak lagi menjadi batas bagi denyut olahraga di Kabupaten Banggai.
Cahaya lampu stadion yang menyala terang seolah menjadi simbol, olahraga benar-benar hidup, tumbuh, dan dirawat dengan kesungguhan.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Banggai, Moh. Yori Ntoi, usai shalat Jumat 23 Januari 2026
menyebut semangat itu sebagai cerminan dari kegilaan positif seorang pemimpin terhadap dunia olahraga.
Menurut Yori, Bupati Banggai yang juga Ketua Umum KONI Banggai, H. Amirudin, memiliki konsep luar biasa dalam membangun ekosistem olahraga.
Itu karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, utamanya pegiat olahraga.
“Masyarakat, khususnya para pecinta olahraga, menyampaikan terima kasih. Ini bukan sekadar fasilitas, tapi keberpihakan nyata,” ujar Yori.
SSC PERSIBAL
Salah satu yang cukup terasa adalah pembenahan Lapangan Sudarto Sport Center (SSC) Persibal Luwuk.
Kini lapangan kebanggaan itu telah dilengkapi pagar pembatas jaring, lampu penerangan, hingga tempat duduk penonton.
Tujuh tiang lampu berdiri kokoh, memungkinkan aktivitas joging malam hari dengan aman dan nyaman. Semua itu masuk dalam alokasi anggaran 2025.
Tak hanya sepak bola. Kecamatan Luwuk Utara, pembangunan kolam renang hampir rampung.
Bahkan fasilitas olahraga itu bakal menjadi ter modern se Sulteng.
Sementara depan Kantor Dispora Banggai, lapangan voli baru telah dibangun.
Bagian belakangnya untuk cabang olahraga padel. Itu menandai keterbukaan Banggai terhadap perkembangan olahraga modern.
Cabang lain pun tak luput dari perhatian. Lapangan pentanque rencana dibangun samping voli pasir juga pada kawasan GOR.
Itu pun turut melengkapi ragam fasilitas yang semakin variatif.
Sebagai instansi leading sektor, Dispora Banggai bertanggung jawab penuh terhadap perawatan seluruh infrastruktur olahraga setelah melalui proses serah terima fasilitas.
“Taman alun-alun dan panjat tebing sudah resmi diserahkan untuk perawatan oleh Dispora Banggai,” jelas Yori.
Namun, obsesi Amirudin belum mau berhenti dalam membesarkan dunia olahraga.
Bagi kalangan pegiat olahraga, Amirudin dijuluki sebagai Bapak Olahraga Banggai.
STADION SEPAK BOLA
Rencana besar berikutnya adalah pembangunan stadion sepak bola bertaraf nasional.
Untuk mewujudkan stadion tersebut, Bupati Amirudin membutuhkan lahan sekitar empat hektare.
Bukan hanya untuk lapangan, tetapi juga lintasan lari, tribun, dan area parkir.
Dalam kota Luwuk, lahan seluas itu nyaris tak tersedia.
“Kabarnya ada opsi Kecamatan Toili, tapi baru sekitar tiga hektare,” ungkap Yori.
Meski begitu, semangat tak surut. Seperti lampu stadion yang kini menyala hingga malam.
Harapan akan Banggai sebagai kabupaten dengan peradaban olahraga yang kuat terus berpijar terang, konsisten dan penuh keyakinan. *













