LUWUK TIMES – Upaya membangun budaya literasi sejak dini di Kabupaten Banggai mulai menunjukkan langkah nyata. Program mobilisasi literasi yang digagas Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai resmi bergulir pada tahun 2026 melalui inovasi bertajuk BERISTRI (Berbagi Literasi).
Penjemputan perdana siswa SDN 3 Luwuk, Selasa (3/2/2026), menjadi penanda dimulainya program tersebut. Para siswa dijemput menggunakan bus untuk kemudian dibawa langsung ke perpustakaan daerah, sehingga mereka dapat merasakan pengalaman belajar dan membaca di lingkungan perpustakaan.
Setelah penjemputan awal, kegiatan dilanjutkan dengan penjemputan kedua yang menyasar siswa kelas V SDN 3 Luwuk. Program ini dirancang untuk memfasilitasi anak-anak sekolah dasar agar lebih dekat dengan buku dan mengenal perpustakaan sebagai ruang belajar yang menarik.
Inovasi BERISTRI merupakan gagasan Mursyidah Muslich, Kepala Bidang Layanan Alih Media dan Otomasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai. Program tersebut sebenarnya telah dirancang sejak tahun 2024, namun baru dapat terealisasi secara penuh pada tahun 2026.
Salah satu indikator utama dari inovasi ini adalah Mobilisasi Literasi, yaitu layanan penjemputan siswa sekolah menuju perpustakaan. Metode ini dinilai efektif untuk membuka akses anak-anak terhadap berbagai sumber bacaan sekaligus menumbuhkan minat membaca sejak usia dini.
“Inovasi ini bertujuan mendekatkan anak dengan perpustakaan, bukan hanya sebagai tempat buku, tetapi sebagai ruang belajar yang menyenangkan,” ujar Mursyidah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Banggai Amirudin dan Wakil Bupati Banggai Furqanuddin Masulili yang telah memberikan dukungan berupa bantuan bus untuk menunjang mobilisasi siswa menuju perpustakaan.
Dengan hadirnya program BERISTRI, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banggai berharap budaya literasi dapat tumbuh semakin kuat di kalangan pelajar, sekaligus menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi pembelajar yang cerdas dan berdaya saing di masa depan. *

