Berniat Sindir Pemerintahan ATFM, Warga Balantak Malah Teriak “Lanjutkan”

oleh -1059 Dilihat
oleh
Amirudin Tamoreka dan Furqanuddin Masulili

BANGGAI– Sebuah momen mengejutkan terjadi saat salah satu Juru Kampanye (Jurkam) salah satu pasangan calon (Paslon) Pilkada Banggai 2024 yang berniat menyindir pemerintahan ATFM, justru mendapatkan respon yang tak terduga dari warga.

Sindiran itu saat agenda kampanye salah satu Paslon Pilkada Banggai 2024 di Desa Kuntang, Kecamatan Balantak Utara, Rabu (9/10/2024) malam, pekan kemarin.

Sindiran itu terekam dalam sebuah potongan video berdurasi 1 menit 26 detik yang tersebar di berbagai media sosial.

Baca Juga:  Terpilih 1 Periode Kedepan, Amirudin dan Furqanuddin Prioritaskan Program Satu Juta Satu Pekarangan

Jurkam itu mengkritik kebijakan pemerintahan saat ini. Bukannya terpancing dengan kritikan itu, warga malah meneriakkan seruan ‘Lanjutkan’ yang seolah memberikan dukungan kepada pemerintahan saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, tokoh masyarakat ini memaparkan beberapa data terkait penggunaan anggaran pemerintah daerah.

Ia menyebutkan bahwa perjalanan dinas dalam negeri oleh bupati dan pejabat pemerintah menghabiskan anggaran sebesar Rp156 miliar dari APBD Banggai tahun anggaran 2024.

Baca Juga:  Harapan Warga Simpang Raya, AT-FM 2 Periode Pimpin Banggai

Ia juga menyinggung perjalanan luar negeri yang mencapai lebih dari Rp900 juta, namun tak jelas apa tujuan perjalanan tersebut.

“Mau berlanjut seperti ini? Masih mau sekali lagi?,” tanya jurkam tersebut.

Jurkam itu justru menegaskan bahwa apabila pernyataan itu adalah fitnah atau hoaks, silakan lapor. “Saya pengacara, saya akan hadapi biar di Polres,” ucapnya dengan nada menantang.

Namun, apa yang terjadi selanjutnya di luar dugaannya. Alih-alih mendapatkan dukungan kritik terhadap pemerintahan ATFM, warga yang hadir malah merespon dengan meneriakkan ‘Lanjutkan’.

Baca Juga:  Jelang Putusan MK, Posko Pemenangan ATFM Dipadati Simpatisan dari Penjuru Banggai

Ini menandakan adanya perbedaan pandangan di kalangan masyarakat terkait kinerja pemerintah.

Situasi ini menjadi sorotan karena di satu sisi ada pihak yang merasa bahwa pemerintah telah menyalahgunakan anggaran, sementara di sisi lain ada masyarakat yang justru mendukung keberlanjutan program yang ada. *

No More Posts Available.

No more pages to load.