Dari Launching Maskot Porprov, Sulteng Targetkan Masuk 10 Besar PON 2028

oleh
oleh
Si Jonga, Maskot Porprov Sulteng ke-X

Mau tak mau KONI Sulteng harus “putar otak” mencarikan solusi. Langkah kongkrit yang diambil KONI Sulteng, meminta pemerintah daerah (gubernur, bupati dan walikota) untuk mau memberikan anggaran kepada KONI kabupaten/kota.

Tanpa dukungan anggaran aktifitas olahraga akan mandek dan KONI kabupaten/kota tidak bisa mengirim atlet ke Porprov Sulteng di Morowali.

Kiat lain yang dilakukan KONI Sulteng, agar program olahraga dapat berjalan makin dinamis dan berprestasi.

KONI Sulteng dibawah kepemimpinan Fathur Razaq, memfasilitasi KONI kabupaten/kota dengan bantuan hibah mobil mini bus.

Dari 13 KONI kabupaten/kota, pada tahap awal ada 7 KONI kabupaten yang menerima mobil bantuan.

Fathur berharap, hadirnya mobil untuk KONI kabupaten/kota akan dapat menunjang kebutuhan transportasi atlet serta pembinaan olahraga di daerah.

Berharap DBH

Sebagian besar ketua KONI kabupaten/kota di Sulteng, lagi pusing dan harap-harap cemas.

Pasalnya, meski gelaran Porprov Sulteng ke-X tinggal 6 bulan tetapi dukungan anggaran untuk persiapan atlet, dan kebutuhan kontingen belum beres.

Apa yang dikeluhkan para ketua KONI kabupaten, ternyata sudah direkam dan direspon Gubernur Sulteng. Dr. H Anwar Hafid.

Pada acara launching, Si Jonga, Maskot Porprov Sulteng ke-X di Gedung Serba Guna Morowali, 12/5/26, gubernur Anwar Hafid mengingatkan, kendati kita tengah efisiensi anggaran, agenda Porprov Sulteng ke-X harus tetap jalan.
Porprov itu bukan kegiatan sambilan.

Porprov adalah kegiatan pokok.
Olehnya, gubernur minta kegiatan Porprov ke-10 di Morowali, November 2026 harus didukung. “Olahraga sudah jadi tugas pokok pemerintah.

Yakni, mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga.

“Sebuah negara akan dikatakan maju bila olahraganya maju. Maka dari itu olahraga di Sulteng harus maju,” jelas H Anwar Hafid.

Terkait anggaran yang masih jadi kendala dan banyak dikeluhkan pengurus KONI kabupaten,
Anwar Hafid, optimis permasalahan anggaran akan ada solusinya.

Sebagai gubernur, Ia akan menerbitkan surat edaran bagi bupati dan walikota untuk memberikan dukungan anggaran bagi KONI kabupaten/kota.

Dukungan anggaran bisa didapat dari dana bagi hasil (DBH) atau pada perubahan anggaran tambahan (ABT).

Percayalah, bupati dan walikota sudah mengalokasikan anggaran untuk KONI daerahnya, hingga bisa mengirim atlet-atlet terbaiknya berlaga di Porprov yang dihelat 4 tahun sekali.

“In Syah Allah, Porprov Sulteng ke-X di Morowali, akan terlaksana baik dan meriah. Porprov Sulteng ke-X harus sukses dalam pelaksanaan dan sukses prestasi,” tegas Anwar Hafid, gubernur Sulteng. *

Setiyo Utomo