Di Malam Tarawih Pertama, Bupati Banggai Amirudin Resah Lihat Trotoar Masjid Agung An-Nuur Luwuk Gelap

oleh -935 Dilihat
oleh
Bupati Banggai H. Amirudin

LUWUK TIMES — Malam pertama tarawih di Masjid Agung An-Nuur berjalan khidmat. Ratusan jamaah larut dalam ibadahnya.

Namun di sela suasana religius itu, Amirudin menyampaikan kegelisahan yang sederhana, tetapi sarat makna. Apa itu? Lampu trotoar kawasan masjid tak menyala.

“Saya tegur, kenapa lampunya tidak menyala,” ucap Amirudin, nada suaranya mencerminkan kekecewaan.

Usai shalat tarawih dan witir, Bupati bersama Furqanuddin Masulili dan Sekda Banggai Moh. Ramli Tongko tak langsung beranjak.

Mereka berdiri pada pelataran. Memandang jalur trotoar yang gelap. Hingga rombongan meninggalkan lokasi, penerangan itu tetap padam.

Baca Juga:  Instruksi Bupati Banggai Amirudin Kepada OPD, “Percepat Serapan Anggaran”

Bagi Amirudin, lampu yang mati bukan sekadar persoalan teknis. Ia adalah simbol dari upaya merawat wajah kota. Yakni tentang bagaimana ruang publik semestinya memberi rasa aman, nyaman, dan membanggakan.

Sebelumnya, di hadapan jamaah, Amirudin juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pedagang yang terdampak penataan kawasan.

“Saya mohon maaf kepada para pedagang. Tahun ini kita batasi pemanfaatan trotoar untuk berdagang. Bukan melarang, tapi menata. Trotoar harus bersih agar Luwuk semakin indah,” katanya.

 

Percantik Kota, Rawat Kebersamaan

Obsesi mempercantik Kota Luwuk, terutama sekitar Masjid Agung An-Nuur, menjadi komitmen yang terus Amirudin gaungkan.

Baca Juga:  Kasat Reskrim Polres Banggai Nur Arifin Turun Langsung ke Pasar Simpong, Pastikan Harga Beras Tetap Bersahabat

Masjid yang telah menjadi ikon kota itu kini tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga ruang publik yang hidup.

Bangku taman tertata, warga menikmati senja, anak-anak berlarian, keluarga bercengkerama. Kawasan masjid perlahan menjelma menjadi titik temu tempat religiusitas dan kebersamaan berjalan beriringan.

Dalam imbauannya, Amirudin mengajak masyarakat ikut menjaga apa yang telah dibangun bersama.

“Mari kita jaga kebersihan dan keindahan yang telah diupayakan pemerintah daerah. Jangan memindahkan kursi taman dan rawat fasilitas umum, termasuk lampu penerangan,” tulisnya.

Baca Juga:  Keluarga Tamoreka Berjaya di Pemilu, Pintu Amirudin Bupati Banggai 2 Periode Terbuka Lebar

Tempat sampah telah tersedia berbagai sudut. Kawasan pun lengkap dengan layanan free WiFi, menambah daya tarik masjid sebagai ruang publik yang inklusif dan modern.

Namun di balik fasilitas yang kian lengkap, pesan yang ingin ditekankan tetap sederhana, keindahan hanya akan bertahan jika dirawat bersama.

“Keindahan Masjid Agung An-Nuur bukan hanya untuk kita nikmati hari ini. Tetapi untuk kita wariskan kepada generasi mendatang,” tulis Amirudin.

Reporter: Sofyan Labolo

No More Posts Available.

No more pages to load.