Andi Nursamsi Paparkan Konsep Penanganan Sampah di Teluk Lalong: Selesaikan dari Hulu ke Hilir

oleh -315 Dilihat
oleh
Andi Nursamsi

LUWUK TIMES, Luwuk – Persoalan sampah yang kerap mencemari kawasan Teluk Lalong, salah satu ikon Kota Luwuk, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kabupaten Banggai, Andi Nursamsi, menegaskan bahwa penanganan sampah di Teluk Lalong tidak bisa hanya dilakukan dengan membersihkan sampah yang sudah terlanjur menumpuk di kawasan teluk.

Menurutnya kepada Luwuk Times, Senin (01/06/2026), langkah tersebut hanya menyelesaikan persoalan di bagian hilir. Sementara sumber masalah di hulu masih tetap terjadi.

“Persoalan sampah di Teluk Lalong menjadi tanggung jawab kita bersama. Bukan hanya pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” kata Andi.

“Yang paling penting adalah bagaimana membangun kesadaran untuk menjaga lingkungan dan kebersihan kota,” tambah pria yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Banggai.

Ia menjelaskan, kondisi geografis dan pergerakan arus air menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sampah sering terlihat menumpuk di Teluk Lalong.

Saat air surut dan arus masuk ke kawasan teluk, sampah akan terbawa dan berkumpul di sana. Sebaliknya, ketika air pasang, sebagian sampah kembali terbawa keluar ke laut.

Karena itu, DLH Banggai tengah menyiapkan langkah penanganan yang lebih menyentuh akar persoalan.

Salah satu konsep yang akan diterapkan adalah pemasangan jaring penahan sampah di saluran air yang bermuara ke Teluk Lalong, terutama pada titik-titik yang berada di kawasan hulu dan dekat permukiman warga.

“Kalau hanya memungut sampah di Teluk Lalong, kita hanya menyelesaikan masalah di hilir. Yang akan kami lakukan adalah memasang jaring di bagian atas sebelum sampah masuk ke Teluk Lalong. Dari danau ada saluran yang mengarah ke teluk, dan di titik itulah akan dipasang jaring agar sampah bisa tertahan lebih awal,” jelasnya.

Kondisi Teluk Lalong setelah dibersihkan dari sampah oleh DLH Banggai

Selain langkah teknis tersebut, DLH Banggai juga akan memperkuat upaya edukasi dan pengawasan terhadap masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan hulu.

Pemerintah berencana menyampaikan surat resmi kepada warga perumahan di sekitar saluran air agar tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke danau dan drainase yang bermuara ke Teluk Lalong.

Tidak hanya itu, aktivitas di kawasan pelabuhan juga menjadi perhatian.

DLH Banggai akan mengeluarkan surat imbauan kepada para pengguna jasa pelabuhan agar lebih peduli terhadap kebersihan laut dan tidak membuang sampah ke perairan.

“Insya Allah dalam waktu dekat kami akan menyampaikan surat resmi kepada pihak-pihak terkait di kawasan pelabuhan. Sampah yang dibuang ke laut sangat memungkinkan terbawa arus dan akhirnya berkumpul di Teluk Lalong,” tambahnya.

Andi mengakui bahwa pembersihan yang dilakukan beberapa waktu lalu berhasil membuat kawasan Teluk Lalong kembali bersih.

Namun, menurutnya, langkah tersebut belum menjadi solusi permanen apabila sumber-sumber sampah di bagian hulu tidak ditangani secara serius.

“Alhamdulillah, setelah adanya informasi dari media, kami langsung menindaklanjuti dan Teluk Lalong sudah bersih. Tetapi itu baru menyelesaikan persoalan di hilir. Yang menjadi fokus kami sekarang adalah bagaimana menyelesaikan masalah dari hulunya sehingga sampah tidak lagi terus-menerus masuk ke Teluk Lalong,” tegasnya.

Dengan pendekatan yang menggabungkan penanganan teknis, edukasi masyarakat, dan penguatan pengawasan, DLH Banggai berharap kebersihan Teluk Lalong sebagai salah satu ikon kebanggaan Kota Luwuk dapat terus terjaga dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. *

Sofyan Labolo