LUWUK TIMES – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan masyarakat yang tak pernah lepas dari ujian sakit, musibah, dan keterbatasan ekonomi.
Saat ini hadir sebuah langkah sederhana, namun penuh makna dari DPC Partai Hanura Kabupaten Banggai.
Di bawah kepemimpinan Hepy Yeremia Manopo atau yang akrab disapa Om Hepy, Partai Hanura Banggai resmi menghadirkan satu unit mobil ambulance.
Kendaraan itu dipersiapkan khusus untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kemanusiaan.
Bagi sebagian orang, ambulance mungkin hanya kendaraan medis.
Namun bagi Om Hepy, ambulance adalah simbol kepedulian sebuah jawaban atas kenyataan yang kerap ditemui di tengah masyarakat kecil: ketika sakit datang, tetapi akses dan biaya menjadi penghalang.
“Kadang ada keluarga yang menangis bukan hanya karena sakit. Akan tetapi karena tidak punya kendaraan untuk membawa orang yang mereka cintai ke rumah sakit. Dari situlah kami merasa, Hanura harus hadir,” tutur Om Hepy dengan nada penuh empati.
Kehadiran ambulance ini menjadi bentuk nyata bahwa politik tidak selalu identik dengan perebutan kekuasaan.
Di tangan Hanura Banggai, politik ingin dikembalikan pada makna dasarnya, hadir untuk rakyat, terutama mereka yang sedang berada dalam kesulitan.
Program pelayanan ambulance tersebut nantinya akan digunakan untuk membantu kebutuhan masyarakat.
Mulai dari pengantaran pasien ke rumah sakit, layanan sosial kemanusiaan, hingga membantu warga yang membutuhkan pertolongan darurat.
Langkah kemanusiaan ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Banyak warga menilai, di tengah situasi hidup yang semakin berat, kehadiran tokoh dan partai yang mau turun langsung membantu rakyat menjadi sesuatu yang sangat berarti.
Bagi Hanura Banggai, perjuangan politik bukan hanya soal pidato dan janji.
Melainkan tentang bagaimana hadir di saat masyarakat benar-benar membutuhkan uluran tangan.
Sebab pada akhirnya, rakyat mungkin lupa siapa yang paling lantang berbicara.
Tetapi rakyat tidak akan lupa siapa yang datang membantu ketika harapan mulai redup dan air mata tak lagi bisa disembunyikan. *
Editor Sofyan Labolo




