LUWUK TIMES, Bualemo — Jabatan baru bukan alasan untuk berfoya-foya atau sekadar duduk manis di balik meja. Hal ini dibuktikan langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai yang baru saja dilantik, Moh. Rifai Mahiwa, S.E., M.Si.
Meski tumpukan tugas langsung mengepung di hari pertamanya bertugas, kepiawaian dan komitmen Rifai dalam merespons cepat ancaman bencana patut diacungi jempol.
Tak tanggung-tanggung, dua peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) skala besar di wilayah berbeda berhasil ia kendalikan secara marathon bersama timnya.
Aksi sigap ini dimulai pada Kamis malam (06/08/2026) sekitar pukul 19.30 WITA, saat BPBD merespons kilat laporan karhutla di Desa Toipan, Kecamatan Pagimana.
Belum sempat menghela napas panjang, amukan si jago merah kembali mengancam wilayah lain pada Jumat pagi (07/08/2026) pukul 08.15 WITA.
Ancaman 20 Hektar Lahan dan Respon Cepat di Bualemo
Kali ini, titik api membesar di area pegunungan Desa Trans Mayayap, Kecamatan Bualemo (Koordinat: 0°39’10.1″S 122°57’25.2″E).
Kepulan asap tebal yang disertai kobaran api membakar hutan dan lahan seluas kurang lebih 20 hektar.
Situasi sempat mencekam lantaran pergerakan api yang cepat mulai mengarah ke pemukiman warga.
Di bawah instruksi tegas dan taktis dari Rifai Mahiwa, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai langsung bergerak kilat menuju lokasi kejadian.
Medan berat tak surutkan langkah tim; dengan sigap mereka menerjunkan personel beserta peralatan sprayer elektrik untuk memutus rantai penyebaran api secara langsung di TKP.
“Amanah ini adalah tanggung jawab untuk melindungi masyarakat. Begitu ada laporan, tidak ada kata nanti. Tim harus bergerak cepat dan terukur,” tegas Rifai Mahiwa mencerminkan prinsip kepemimpinannya.
Berkat kepemimpinan yang responsif dan kerja keras TRC BPBD di lapangan, amukan si jago merah berhasil dipadamkan sepenuhnya sebelum menelan korban jiwa maupun memaksa warga mengungsi.
Dedikasi luar biasa yang ditunjukkan Moh. Rifai Mahiwa di awal masa jabatannya ini membuktikan kepiawaiannya sebagai komandan bencana yang tidak hanya piawai berstrategi, tetapi juga responsif dan berintegritas tinggi. *
Sofyan Labolo

