Jangan Pilih Pemimpin yang Doyan dengan Politik Uang

oleh -512 Kali Dibaca
Zulfikar Isima

LUWUK, Luwuktimes.id – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Kecamatan Bunta (HMKB) Kabupaten Banggai, Zulfikar Isima mengajak untuk memilih pemimpin yang adil, jujur serta yang tidak menggunakan money politic atau politik uang.

Karena menurut Zulfikar kepada Luwuktimes.id Sabtu (05/12), politik uang merupakan upaya mencederai demokrasi sekaligus praktik kotor yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.

Kepada penyelenggara pilkada, utamanya Bawaslu Kabupaten Banggai dan jajarannya, pesan Zulfikar harus tegas dan tidak memilih serta professional dalam menyikapi apapun modus yang mengarah kepada politik uang.

“Politik uang tidak asing lagi di telinga masyarakat. Dan praktik itu sering terjadi di momentum politik. Politik uang sangat merusak tatanan demokrasi,” kata Fikar-sapaannya.

Menurut dia, di tanggal 9 Desember 2020 adalah momentum penentu kemajuan dan masa depan Kabupaten Banggai. Yang menentukan arah daerah ini kedepan, tak lain adalah rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

Baca juga: Tim Paslon bukan OTT, Pengawasan Pemilu harus Punya Standar

Pemilih kata Fikar harus bebas dalam menentukan hak pilihnya di TPS nanti. Tidak boleh terpengaruh atau di iming-iming dengan uang. Apalagi dengan upaya intimidasi serta hasutan dengan cara-cara kotor dalam demokrasi.

Dalam regulasi sangat jelas disebutkan, tindak pidana politik uang diatur dalam pasal 523 ayat (1) sampai dengan ayat (3) UU nomor 7/2017 tentang Pemilu. Ada tiga pembagian kategori, yakni pada saat kampanye, masa tenang dan saat pemungutan suara. “Perumusan sanksi pidana atas tindak pidana politik uang menggunakan pola indefinite sentence,” kata Fikar.

Pesan dia pada closing statemen, seluruh elemen, baik elit politik maupun seluruh masyarakat agar bersama-sama menjaga demokrasi dan memilih pemimpin yang baik, adil dan jujur. Langkah itu perlu dilakukan, demi kemajuan Kabupaten Banggai kedepan, serta merawat persatuan dan kesatuan dalam berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. *

(yan)