JOB Tomori: Banggai Penghasil Gas Terbesar ke-6 di Indonesia, SKK Migas Ajak Perkuat Sinergi Energi dan Ketahanan Pangan

oleh -565 Dilihat
oleh
Pemberian santunan kepada 160 anak yatim dari 16 desa se Kecamatan Moilong dan pemberian bingkisan kepada 16 imam desa.

Roadshow Kelembagaan Bersama Pemerintah Kabupaten Banggai di Kecamatan Moilong


LUWUK TIMES — SKK Migas bersama JOB Tomori menggelar roadshow kelembagaan bersama Pemerintah Kabupaten Banggai yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, bertempat Masjid Darussalam Desa Slametharjo, Jumat (6/3/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 Wita itu mengusung tema “Sinergi dalam Kebersamaan Harmoni untuk Masa Depan.”

Selain silaturahmi, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan bagi 160 anak yatim dari 16 desa se Kecamatan Moilong serta pemberian bingkisan kepada 16 imam desa.

Usai berbuka puasa dan shalat Magrib berjamaah, kegiatan berlanjut dengan tausiyah Ramadhan oleh Ketua Alkhairaat Kecamatan Moilong, Ustad Masrihun S.

Banggai Penghasil Gas Terbesar ke-6

Visnu Cekti Bhawono

Relation Security & ComDev Manager JOB Tomori, Visnu Cekti Bhawono, mengatakan wilayah Banggai merupakan daerah yang mendapat anugerah sumber daya alam yang sangat besar, khususnya sektor migas.

Ia mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir produksi gas dari JOB Tomori menempatkan wilayah ini sebagai penghasil gas terbesar ke 6 se Indonesia.

“Bumi Banggai ini mendapat karunia sumber daya alam yang besar. Kita patut bersyukur karena dalam tiga tahun terakhir produksi gas dari wilayah ini menempati posisi keenam terbesar se Indonesia,” ujar Visnu.

Namun ia mengingatkan bahwa sumber daya alam tersebut tidak akan bertahan selamanya. Sehingga perlu dikelola secara bijak agar manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang.

“Ini memang berkah, tapi jangan sampai kita lengah. Karena sumber daya ini suatu saat akan habis. Kita harus memikirkan masa depan anak cucu kita,” katanya.

Visnu juga menyampaikan bahwa secara kontraktual masa kerja JOB Tomori akan berakhir pada 2027 dan selanjutnya pengelolaan oleh Pertamina.

“Perannya tetap sama yaitu memproduksi gas, hanya berbeda dari sisi manajerial,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa akan memasuki masa pensiun pada Mei 2026, namun berharap kegiatan silaturahmi seperti ini tetap berlanjut oleh manajemen berikutnya.

“Siapapun yang menggantikan saya nanti, insyaallah kegiatan seperti ini tetap ada bahkan dengan inovasi yang lebih baik,” ujarnya.

SKK Migas: Energi dan Pertanian Harus Bersinergi

Wisnu Wardana

Sementara itu, perwakilan SKK Migas Kalimantan-Sulawesi, Wisnu Wardana, menilai perkembangan pembangunan wilayah Banggai, khususnya Kecamatan Moilong, semakin pesat.

Hal tersebut terlihat dari aktivitas alat berat yang semakin ramai di pelabuhan serta hamparan sawah yang luas dan tertata pada wilayah tersebut.

“Kami melihat pembangunan daerah ini sangat bagus. Aktivitas alat berat pelabuhan meningkat dan hamparan sawah Moilong juga sangat luas,” katanya.

Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian pangan nasional, yang menjadi salah satu agenda besar pemerintah selain kemandirian energi.

“Pertanian sangat penting, karena kemandirian pangan adalah salah satu agenda besar Presiden selain kemandirian energi,” ujarnya.

Ia menegaskan, sektor energi dan sektor pertanian harus berjalan beriringan. Industri hulu migas, kata dia, tidak hanya berfokus pada produksi energi, tetapi juga mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita sama-sama bersinergi. Masyarakat mengembangkan pertanian, perkebunan dan perikanan, sementara kami menyediakan energi,” jelasnya.

Wisnu juga menegaskan bahwa wilayah Moilong memiliki potensi besar sebagai sumber energi karena keberadaan sumber gas dan jaringan distribusi yang telah terbangun.

“Insyaallah kebutuhan energi wilayah Moilong dan Batui Selatan tetap bisa bertahan karena sumber gas dan jaringan gas ada di sini,” tambahnya.

Apresiasi Pemkab Banggai

Faisal Karim

Mewakili Bupati Banggai, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banggai Faisal Karim menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas dan JOB Tomori yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

Menurutnya, roadshow seperti ini sangat penting untuk memperkuat komunikasi antara perusahaan, pemerintah daerah dan masyarakat.

“Sektor migas sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Tidak hanya memberikan kontribusi penerimaan daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan industri migas tidak hanya aspek teknis produksi, tetapi juga oleh komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Banggai berkomitmen terus mendukung investasi pada sektor migas yang memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Relation Section Head JOB Tomori Andi Basuki, Security Superintendent JOB Tomori Ahmad Sodikun, jajaran tim relation, pemerintah kecamatan serta tokoh masyarakat setempat. *

Reporter Sofyan Labolo