Sinergi Kehumasan Hulu Migas Kalsul–Banggai Makin Solid, Perkuat Kepercayaan Publik dan Ketahanan Energi Nasional

oleh -23 Dilihat
oleh
(Foto JOB Tomori untuk Luwuk Times)

LUWUK TIMES – Komitmen memperkuat kepercayaan publik terhadap sektor hulu migas kembali ditegaskan melalui kolaborasi strategis antara SKK Migas Perwakilan Kalimantan & Sulawesi (Kalsul), JOB Pertamina–Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori), dan Pemerintah Kabupaten Banggai.

Ketiganya menggelar Lokakarya Penguatan Kapasitas Kehumasan pada 4–5 Februari 2026 di Jawa Timur sebagai langkah konkret membangun komunikasi publik yang solid, transparan, dan profesional.

Kegiatan ini dihadiri oleh Lely M. Sondakh mewakili Kepala SKK Migas Kalsul, Agus Sudaryanto selaku Business Support Sr. Manager JOB Tomori, serta Muhlis Pampawa selaku Kabag Prokopim Kabupaten Banggai beserta jajaran staf masing-masing.

Seluruh peserta sepakat bahwa sinergi komunikasi antar institusi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas informasi dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap industri hulu migas serta kebijakan pemerintah daerah.

Peran Strategis Hulu Migas untuk Negeri

Dalam sesi pemaparan, Marsha D. Wahab dari SKK Migas Kalsul menjelaskan tata kelola kegiatan usaha hulu migas berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 dan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2013.

Ia menegaskan bahwa seluruh fasilitas Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) merupakan Barang Milik Negara, serta aktivitas hulu migas adalah mandat langsung Pemerintah Republik Indonesia.

Ia juga menyoroti tantangan industri saat ini, mulai dari tren peningkatan konsumsi energi nasional hingga kebutuhan menjaga tingkat produksi.

Dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan operasi dan kontribusi sektor migas terhadap pembangunan.

Humas sebagai “Trust Anchor” di Era Disrupsi

Lokakarya semakin dinamis dengan materi dari Saptadi Hery Kurniawan, M.Ikom, IAPR, praktisi sekaligus akademisi dari Perhimpunan Humas Indonesia (PERHUMAS).

Ia menekankan bahwa humas kini berperan sebagai trust anchor di tengah derasnya arus informasi dan disrupsi digital.

Menurutnya, penguatan media engagement, etika komunikasi, serta profesionalisme menjadi fondasi utama dalam membangun reputasi institusi yang kredibel.

Sementara itu, Dr. Dian Agustine Nuriman menggarisbawahi pentingnya strategi komunikasi berbasis riset dan storytelling yang kuat.

Ia juga menekankan kesiapan manajemen risiko dan komunikasi krisis yang responsif, empatik, serta transparan sebagai bagian tak terpisahkan dari tata kelola komunikasi modern.

Fondasi Pembangunan Banggai Berkelanjutan

Melalui lokakarya ini, kapasitas dan profesionalisme Humas Pemkab Banggai, Humas JOB Tomori, dan Humas SKK Migas Kalsul diharapkan semakin selaras dalam menyampaikan pesan strategis sektor hulu migas.

Keselarasan tersebut bukan sekadar soal penyampaian informasi, tetapi menjadi fondasi penting dalam memperkuat dukungan publik terhadap ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pembangunan Kabupaten Banggai yang berkelanjutan.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa komunikasi yang kuat bukan hanya pelengkap, melainkan elemen strategis dalam menjaga stabilitas industri, mempererat hubungan dengan masyarakat, dan memastikan energi negeri tetap terjaga untuk generasi mendatang. *