LUWUK TIMES, Nambo – Atmosfer panas mewarnai semifinal Turnamen Sepak Bola Piala Hadiyanto Rasyid Cup 2026 yang berlangsung di Lapangan Mutiara Nambo, Kelurahan Nambo Bosa, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai, Sabtu (6/6/2026) malam.
Laga yang awalnya berlangsung sengit berubah menjadi kericuhan yang berujung pada kerusakan sejumlah fasilitas lapangan dan tuntutan ganti rugi dari penonton.
Keributan terjadi sesaat setelah pertandingan semifinal antara FD AFFREL asal Kota Luwuk melawan THE MAN dari Kelurahan Mendono, Kecamatan Kintom, berakhir.
Dikutip dari Poros Banggai, sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim tampil ngotot dan saling melancarkan serangan.
Pertandingan berjalan dalam tensi tinggi, namun hingga waktu normal berakhir tidak ada gol yang tercipta. Skor kacamata 0-0 memaksa laga dilanjutkan ke babak adu penalti.
Drama adu tos-tosan berlangsung menegangkan. FD AFFREL akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 5-4 dan memastikan diri melangkah ke partai final.
Namun, euforia kemenangan tak berlangsung lama. Beberapa saat setelah peluit panjang dibunyikan, situasi di dalam lapangan mendadak memanas.
Sejumlah suporter yang diduga berasal dari Kelurahan Mendono terlibat keributan yang kemudian memicu kepanikan di area pertandingan.
Melihat situasi yang terus memanas, aparat keamanan bergerak cepat.

Personel gabungan dari Polsek Kintom dan Brimob Batalyon B Pelopor Sulawesi Tengah yang dipimpin Wakapolsek Kintom, Iptu Saleh Silo, langsung melakukan pengamanan untuk mencegah kericuhan meluas.
Langkah cepat aparat berhasil meredam amukan massa dan menghindari potensi bentrokan yang lebih besar.
Selain itu, petugas juga berupaya melindungi para penonton yang masih berada di dalam area lapangan.
Berdasarkan pantauan di lokasi setelah situasi berhasil dikendalikan, sejumlah fasilitas utama maupun fasilitas penunjang di Lapangan Mutiara Nambo mengalami kerusakan cukup parah akibat aksi pengrusakan yang terjadi saat kericuhan berlangsung.
Ketegangan juga merembet ke luar lapangan. Tak lama setelah kondisi mulai kondusif, sekelompok pemuda yang diduga merupakan suporter THE MAN bersama sejumlah penonton mendatangi panitia penyelenggara.
Mereka menyampaikan protes keras dan menuntut pertanggungjawaban panitia, termasuk ganti rugi atas kerusakan kendaraan roda dua milik salah seorang penonton yang diduga menjadi sasaran pengrusakan di area parkir.
Situasi akhirnya berangsur kondusif setelah Ketua Panitia, Syahril Hanapi, turun langsung menemui massa dan melakukan mediasi.
Meski demikian, aparat kepolisian dan personel Brimob masih terlihat berjaga di sekitar Lapangan Mutiara Nambo guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.
Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti yang memicu kericuhan masih belum diketahui dan masih dalam penanganan pihak berwenang. *

