Saat Harapan Datang Bersama Bantuan, Kisah Kepedulian JOB Tomori Menguatkan Warga Sigi Pascagempa

oleh -39 Dilihat
oleh
Foto JOB Tomori untuk Luwuk Times

LUWUK TIMES, Sigi – Di antara puing-puing rumah yang retak dan kehidupan yang perlahan mulai ditata kembali, secercah harapan hadir bagi masyarakat Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Bukan hanya dalam bentuk paket sembako atau perlengkapan darurat, tetapi juga melalui kepedulian yang menguatkan semangat warga untuk bangkit setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah itu pada 16 Juni 2026.

Gempa yang berdampak pada 7.821 jiwa tersebut menyisakan tantangan besar bagi masyarakat.

Ribuan keluarga harus menghadapi masa transisi pemulihan, berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membangun kembali kehidupan yang sempat porak-poranda.

Di tengah situasi tersebut, JOB Pertamina Medco E&P Tomori Sulawesi (JOB Tomori) hadir menyalurkan bantuan kemanusiaan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak.

Selama periode 7–13 Juli 2026, perusahaan menyalurkan berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat untuk membantu mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Bantuan disalurkan melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi sebagai pusat koordinasi penanganan bencana. 

Selanjutnya, bantuan didistribusikan kepada warga di desa-desa yang mengalami kerusakan paling parah, dengan mengutamakan kelompok rentan yang membutuhkan penanganan segera.

Lima desa menjadi sasaran utama penyaluran bantuan, yakni Desa Kadidia dan Desa Kamorora di Kecamatan Nokilalaki, serta Desa Ue Rani, Desa Ue Nuni, dan Desa Lembantongoa di Kecamatan Palolo.

Agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak, proses distribusi menggunakan data by name by address (BNBA) yang telah diverifikasi bersama pemerintah desa dan BPBD Kabupaten Sigi.

Pendekatan tersebut memastikan penyaluran berlangsung tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.

Sebanyak 300 kepala keluarga menerima paket kebutuhan pokok yang terdiri atas beras, mi instan, kornet sapi, ikan sarden, minyak goreng, gula pasir, teh, dan kopi.

Di sisi lain, perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok paling rentan.

Sebanyak 243 bayi di lima desa menerima bantuan berupa 300 dus susu bayi dan 600 dus bubur bayi untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi selama masa pemulihan.

Tak hanya itu, JOB Tomori juga menyalurkan perlengkapan nonpangan berupa 300 lembar terpal, 300 selimut, 300 matras, 300 paket hygiene kit, serta 150 unit senter.

Bantuan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang masih bertahan di hunian sementara maupun rumah yang mengalami kerusakan.

Di balik proses distribusi bantuan, terdapat semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama.

Tiga orang Relawan Desa Tangguh Bencana (Destana) Sinorang binaan JOB Tomori ikut terlibat langsung dalam penyaluran bantuan kepada warga terdampak.

Kehadiran para relawan memperlihatkan bahwa penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

Akan tetapi juga lahir dari kolaborasi berbagai pihak yang memiliki kepedulian yang sama.

Business Support Senior Manager JOB Tomori, Agus Sudaryanto, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk hadir bersama masyarakat pada masa-masa sulit.

“Kami percaya bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik, tetapi juga semangat kebersamaan dan kepedulian. Melalui bantuan kemanusiaan ini, JOB Tomori ingin hadir bersama masyarakat untuk membantu mempercepat proses pemulihan dan mengembalikan harapan warga yang terdampak,” ujarnya.

Bagi masyarakat, bantuan yang diterima bukan sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kehadiran berbagai pihak yang peduli menjadi penyemangat untuk kembali bangkit, melanjutkan aktivitas sosial dan ekonomi yang sempat terhenti akibat bencana.

Apresiasi juga datang dari Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi Henri Kusuma Rombe.

Pemerintah daerah menilai dukungan dunia usaha menjadi bagian penting dalam mempercepat pemulihan daerah sekaligus membangun optimisme masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan BPBD, kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada JOB Tomori atas kepedulian dan bantuan kemanusiaan yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa bumi,” ucap Henri.

Di tengah duka dan musibah yang dirasakan, kehadiran JOB Tomori membawa harapan, menguatkan semangat, dan membuktikan bahwa kemanusiaan selalu hadir saat masyarakat membutuhkan. 

“Bantuan ini bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat bagi warga untuk bangkit dan menata kembali kehidupannya,” tambah Henri.

Melalui berbagai program pemberdayaan dan kepedulian sosial, JOB Tomori terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sigi.

Aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dalam pembangunan berkelanjutan.

Melalui berbagai program pemberdayaan dan kepedulian sosial, JOB Tomori terus berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Di Kabupaten Sigi, proses pemulihan memang belum sepenuhnya usai.

Namun, setiap uluran tangan, setiap paket bantuan yang tiba, dan setiap bentuk kepedulian yang hadir menjadi pengingat bahwa harapan selalu memiliki jalan untuk kembali tumbuh.

Di tengah luka akibat bencana, solidaritas kembali membuktikan dirinya sebagai kekuatan yang mampu menghidupkan optimisme dan membawa masyarakat melangkah menuju masa depan yang lebih baik. *