Advertising

Example floating
Example floating

Balas Kunjungan, Para Legislator Lalong Bertandang ke DPRD Maros, Ini yang dibahas

Sofyan
Kunjungan balasan anggota DPRD Banggai ke DPRD Maros.
Ayam Geprek
Dapur Mom's Arsy
Ayam Geprek
Rp 15.000
Nasi Goreng
Dapur Mom's Arsy
Nasi Goreng
Rp 15.000
Mie Goreng
Dapur Mom's Arsy
Mie Goreng
Rp 15.000

Order via WhatsApp
A-AA+A++

LUWUK TIMES, Maros – DPRD Kabupaten Banggai melakukan kunjungan balasan ke DPRD Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada 21 Juli 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pertukaran informasi dan mempelajari berbagai kebijakan yang telah diterapkan di Kabupaten Maros, khususnya dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

IMG-20260829-WA0006

Kunjungan tersebut diikuti unsur pimpinan DPRD Kabupaten Banggai, termasuk Ketua DPRD, Wakil Ketua I dan II, serta pimpinan Komisi I, II, dan III.

Rombongan diterima oleh unsur pimpinan DPRD Maros bersama para ketua komisi dan anggota DPRD setempat.

Menurut Ketua Komisi II DPRD Banggai Irwanto Kulap, Rabu (22/07/2026), dalam pertemuan itu, kami membahas berbagai hal terkait tata kelola pemerintahan dan pengelolaan potensi daerah.

Baca Juga:  Terbukti Pungli Jasa Nakes, DPRD Banggai Keluarkan Rekomendasi

Salah satu fokus pembahasan adalah strategi Kabupaten Maros dalam meningkatkan PAD yang disebut mencapai sekitar Rp385 miliar per tahun.

Salah satu sumber PAD terbesar Kabupaten Maros berasal dari kawasan Bandara Sultan Hasanuddin yang berada di wilayah tersebut.

Pendapatan itu bersumber dari sejumlah sektor, di antaranya sebut Irwanto pajak parkir, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak rumah makan.

Dari sektor yang berkaitan dengan aktivitas bandara, pendapatan yang diperoleh disebut mencapai sekitar Rp50 miliar per tahun.

Selain sektor bandara, DPRD Banggai juga mempelajari penerapan sistem parkir menggunakan portal yang dikelola pihak ketiga.

Baca Juga:  Usut Dugaan Pungli Jasa Nakes, Polresta dan Kejari Banggai Dahului DPRD

Sistem tersebut telah lama diterapkan di sejumlah pasar modern di Kabupaten Maros.

Hal ini menjadi perhatian DPRD Banggai karena Kabupaten Banggai saat ini mulai menerapkan sistem serupa, salah satunya di kawasan Pasar Simpong.

Meski telah berjalan sekitar satu hingga dua bulan, penerapan sistem portal tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, termasuk adanya penolakan dari sebagian masyarakat.

“Kita ini kan baru mau melaksanakan, artinya sudah melaksanakan kira-kira satu-dua bulan ini. Dia berjalan, tapi kemudian banyak hambatan yang terjadi di tingkat bawah. Adanya masyarakat yang masih menolak dengan portal yang ada,” ujar Irwanto yang juga Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Banggai ini.

Baca Juga:  Klarifikasi Soal Isu Potongan Hak Nakes, Kapus Kampung Baru Tegaskan tak Pernah Paksa Pegawai

Menurutnya, berbagai informasi dan pengalaman yang diperoleh dari Kabupaten Maros akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten dan DPRD Banggai.

Ia berharap, sejumlah program dan kebijakan yang telah berhasil diterapkan di Maros dapat diadaptasi di Kabupaten Banggai.

Terutama kebijakan yang berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Insyaallah, apa yang menjadi hal-hal yang baik yang belum ada di Banggai, tentunya ini menjadi pemikiran kita untuk kita laksanakan. Karena di Maros itu sudah dilaksanakan dan menghasilkan untuk kepentingan seluas-luasnya kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. *

Sofyan Labolo

-->