LUWUK TIMES – Durian Pagimana yang lebih dikenal masyarakat sebagai Durian Asaan, saat ini masih dijual dengan harga cukup tinggi.
Aroma yang khas dan rasa yang lezat membuat buah ini tetap diburu pembeli, meski stok di pasaran masih terbatas.
Salah seorang pedagang durian, Jahri, kepada Luwuk Times (18/2) mengungkapkan bahwa harga Durian Pagimana, baik eceran maupun per keranjang (kolinti/tatar), masih tergolong mahal karena jumlah buah yang tersedia masih sedikit.
“Untuk saat ini harga Durian Pagimana masih cukup mahal karena buahnya masih kurang,” ujar Jahri.
Ia menjelaskan, untuk durian ukuran sedang yang berisi 4 hingga 5 buah dalam satu wadah, harga jualnya mencapai Rp200 ribu.
Sementara untuk 3 buah durian ukuran serupa, dijual dengan harga Rp100 ribu.
Sedangkan untuk pembelian dalam jumlah besar, satu keranjang atau kolinti berisi sekitar 30 buah dibanderol hingga Rp1,5 juta, tergantung ukuran buah.
Ada pula yang dijual dengan harga Rp1 juta per keranjang jika ukuran buah lebih kecil.
Meski demikian, Jahri memprediksi harga durian akan mulai turun pada akhir Maret hingga Juli 2026.
Hal ini karena jumlah buah diperkirakan akan melimpah. Saat ini, banyak bunga dan bakal buah yang sudah terlihat di pohon, menandakan musim panen raya akan segera tiba.
“Mulai Maret sampai Juli nanti, kemungkinan besar durian Pagimana atau Durian Asaan akan lebih murah karena buahnya lebih banyak dan masa panennya cukup panjang,” jelasnya.
Sementara itu, untuk durian jenis Montong, harga juga masih tergolong tinggi.
Dalam satu buah, Durian Montong bisa mencapai Rp300 ribu, tergantung ukuran dan kualitasnya.
Dengan prediksi panen raya beberapa bulan ke depan, masyarakat diharapkan bisa menikmati durian khas Pagimana dengan harga yang lebih terjangkau. *
Reporter Anto Yasin
