Sunyi di Balik Pintu Terkunci: Arman Ditemukan Tak Bernyawa Seorang Diri di Rumahnya

oleh -300 Dilihat
oleh
Personel Polsek Bunta melakukan olah TKP awal guna memastikan kondisi di lokasi penemuan. (Foto Humas Polres Banggai untuk Luwuk Times)

Siang itu suasana di Kelurahan Bunta II, Kecamatan Bunta, tampak berjalan seperti biasa. Aktivitas warga berlangsung normal di tengah teriknya matahari.  Namun, ketenangan tersebut mendadak berubah ketika sebuah kabar duka menyebar dari sebuah rumah sederhana yang selama ini dihuni seorang pria bernama Arman Mendong.


PRIA berusia 40 tahun yang berprofesi sebagai petani itu ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam rumahnya pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.

Penemuan jenazah Arman bermula dari rasa penasaran seorang warga setempat, Sudarmaji (66), yang datang untuk menemuinya.

Saat tiba di rumah korban, ia mendapati pintu dalam keadaan tertutup rapat dan terkunci dari dalam.

Beberapa kali ia mengucapkan salam dan memanggil nama Arman. Namun, tak ada jawaban yang terdengar dari balik pintu. Suasana yang awalnya biasa mulai terasa ganjil.

Kapolsek Bunta IPTU Andi Wijanarko mengungkapkan bahwa saksi kemudian berusaha memastikan keadaan korban dengan mendekati salah satu jendela kamar.

“Dirinya mengucapkan salam dan memanggil nama korban namun tidak ada jawaban,” ujar Kapolsek.

Karena tidak mendapatkan respons, Sudarmaji mencoba melihat ke dalam melalui jendela kamar yang tertutup kain. Saat kain itu disingkap, pemandangan yang terlihat membuatnya terkejut.

Di lantai kamar, Arman terlihat dalam posisi tengkurap. Tubuhnya sudah tidak bergerak dan dari dalam rumah tercium aroma tidak sedap yang menandakan korban telah meninggal dunia.

“Pada saat saksi menyingkap kain jendela, ia melihat korban dalam posisi tengkurap di lantai dan tidak bernyawa serta mengeluarkan aroma tak sedap,” jelas IPTU Andi Wijanarko.

Kabar tersebut segera menyebar ke lingkungan sekitar. Warga berdatangan dan pihak kepolisian pun langsung menerima laporan mengenai temuan itu.

Tak lama berselang, personel Polsek Bunta tiba di lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus melakukan olah TKP awal guna memastikan kondisi di lokasi penemuan.

“Menerima informasi kami langsung mengamankan TKP dan melakukan proses identifikasi,” katanya.

Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda yang mengarah pada tindak kekerasan. Informasi dari pihak keluarga juga mengungkap bahwa Arman selama ini tinggal seorang diri.

Selain itu, korban diketahui memiliki riwayat penyakit Graves atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai gondok beracun, sebuah gangguan kesehatan yang menyerang kelenjar tiroid.

Setelah proses identifikasi selesai dilakukan, jenazah Arman kemudian dievakuasi. Polisi turut mendampingi tim medis dari Puskesmas Bunta yang melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban.

Meski demikian, pihak keluarga memilih untuk tidak dilakukan autopsi.

“Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan memutuskan untuk langsung memakamkan korban,” pungkas Kapolsek.

Kepergian Arman menyisakan duka bagi warga sekitar yang mengenalnya sebagai seorang petani yang hidup sederhana.

Di balik pintu rumah yang terkunci itu, berakhir pula perjalanan hidup seorang pria yang selama ini menjalani hari-harinya dalam kesunyian.

Kini, rumah yang menjadi saksi terakhir kehidupannya kembali sunyi, sementara warga dan keluarga hanya bisa mengenang sosok Arman yang telah berpulang untuk selamanya. *