LUWUK TIMES – Keluhan warga terhadap keberadaan tong sampah di kawasan Teluk Lalong kian menguat.
Tong sampah yang ditempatkan tepat di atas trotoar itu sangat mengganggu aktivitas pejalan kaki sekaligus merusak kenyamanan kawasan wisata andalan Kota Luwuk.
Tak hanya mengganggu estetika, keberadaan tong sampah tersebut juga dikeluhkan karena menimbulkan bau tak sedap yang menyengat.
Kondisi ini dirasakan baik oleh pedagang maupun pengunjung yang datang menikmati suasana Teluk Lalong.
“Sangat mengganggu kami. Selain mengurangi keindahan Teluk Lalong, juga menebar aroma tidak sedap,” keluh Robi, salah satu pemilik lapak, kepada Luwuk Times, Sabtu (02/05/2026).
Warga menyebut, posisi tong sampah yang berada atas trotoar membuat fungsi jalur pejalan kaki menjadi terganggu.
Bahkan, dalam kondisi tertentu, pengunjung harus menghindar atau turun ke badan jalan saat melintas.
Menurut pengakuan warga dan pedagang, kondisi ini sudah berlangsung lebih dari dua bulan.
Awalnya, tong sampah tersebut ditempatkan di sudut luar pagar Masjid Agung Luwuk.
Namun setelah adanya proyek pembangunan tempat duduk yang melingkari area masjid, posisi tong sampah kemudian dipindahkan ke trotoar.
Sayangnya, pemindahan tersebut justru tidak tepat sasaran. Warga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah dengan menempatkan tong sampah di lokasi yang lebih layak dan tidak mengganggu fasilitas umum.
“Idealnya dipindahkan ke kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Di sana sudah ada tempat sampah khusus,” ujar salah satu pengunjung.
Warga pun meminta agar penataan kawasan Teluk Lalong lebih diperhatikan, mengingat area tersebut merupakan salah satu ikon wisata Kota Luwuk yang seharusnya memberikan kenyamanan bagi semua pengunjung. *
Sofyan Labolo














