Kamis Berlianku, Saat Warga dan Pemerintah Luwuk Selatan Menyatu Menjaga Lingkungan

oleh -139 Dilihat
oleh
Giat Kamis Berlianku di Kecamatan Luwuk Selatan

DILABELI Kamis Berlianku. Giatnya sudah menjadi agenda rutin. Orientasi dari aksi ini adalah menjaga lingkungan tetap bersih.


KAMIS (11/6/2026) pagi itu, suasana di sejumlah sudut Kecamatan Luwuk Selatan Kabupaten Banggai tampak berbeda.

Di sepanjang saluran drainase, tepi jalan lingkungan, hingga jalur perpipaan menuju perkebunan warga, terlihat aparatur pemerintah, kader posyandu, pemuda karang taruna, dan masyarakat bahu-membahu membersihkan lingkungan.

Mereka hadir dalam satu semangat yang sama melalui program Kamis Bersih Lingkunganku (Kamis Berlianku).

Gerakan yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis ini bukan hanya menjadi agenda kebersihan semata.

Lebih dari itu, Kamis Berlianku telah tumbuh menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan.

Berbagai titik yang selama ini berpotensi menjadi sumber masalah lingkungan menjadi sasaran kegiatan.

Saluran drainase yang dipenuhi sedimentasi dibersihkan, jaringan suplai air masyarakat diperiksa, jalan raya dan jalan lingkungan dirapikan, hingga jalur perpipaan menuju area perkebunan warga dibersihkan dari berbagai hambatan.

Tak luput pula, sejumlah lokasi yang kerap dijadikan tempat pembuangan sampah ilegal menjadi perhatian dalam aksi tersebut.

Plt. Camat Luwuk Selatan, Muhammad Taufan Pawata, turun langsung memantau kegiatan di Kelurahan Maahas, Kelurahan Tanjung Tuwis, dan Kelurahan Kompo.

Kehadirannya menjadi bentuk dukungan sekaligus ajakan kepada masyarakat agar terus terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Menurut Taufan, Kamis Berlianku bukan sekadar rutinitas mingguan yang dijalankan pemerintah kecamatan.

Program ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya budaya hidup bersih sebagai fondasi terciptanya lingkungan yang sehat dan nyaman.

“Ini bukan sekadar agenda rutin, tapi gerakan bersama untuk membangun budaya hidup bersih dan memperkuat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang sehat, nyaman, dan asri,” ujarnya.

Semangat gotong royong yang mewarnai kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai organisasi perangkat daerah.

Kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kekuatan utama dalam menyukseskan Kamis Berlianku.

Dinas Lingkungan Hidup berperan dalam proses pengangkutan sampah yang berhasil dikumpulkan selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran membantu penyemprotan sedimentasi pada drainase saluran di ruas jalan nasional yang berada di Kelurahan Kompo.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang turut mengerahkan dukungan melalui pengerukan sedimentasi pada drainase yang tersumbat.

Atas dukungan tersebut, Taufan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat.

“Terima kasih kepada dinas teknis yang telah terlibat pada kegiatan Kamis Bersih Lingkunganku, yaitu Dinas Lingkungan Hidup dalam pengangkutan sampah, Dinas Damkar dalam penyemprotan sedimentasi drainase saluran di jalan nasional Kelurahan Kompo, dan Dinas PUPR dalam pengerukan sedimentasi pada drainase yang tersumbat,” katanya.

Di tengah tantangan persoalan sampah dan kebersihan lingkungan yang semakin kompleks, Kamis Berlianku menjadi contoh bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama.

Dari sapu yang diayunkan, sampah yang dikumpulkan, hingga drainase yang kembali lancar, tersimpan harapan akan lingkungan yang lebih bersih dan kualitas hidup masyarakat yang semakin baik. *

Sumber DKISP Banggai dan diolah Redaksi Luwuk Times